<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046</id><updated>2011-07-28T16:12:23.358-07:00</updated><category term='d'/><title type='text'>LESTARI!!!</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>50</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-5930091476327963545</id><published>2011-04-20T18:41:00.000-07:00</published><updated>2011-04-20T18:49:19.463-07:00</updated><title type='text'>Bank Sampah</title><content type='html'>Bank sampah merupakan lembaga perbankan yanghampir sama dengan bank konvensional. Namun yang membedakannya denga bank lain adalah jenis yang ditabung. Karena di Bank sampah yang ditabung adalah jenis sampah terpilah yang masih mempunyai nilai ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank sampah masih mengadopsi sistem pemberdayaan yang melibatkan masyarakat sebagai pengelola dalam manjemennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu pengembangan lembaga ini untuk mengurangi beban TPA di berbagai daerah yang peduli dalam pengelolaan sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hijau....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-5930091476327963545?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1814697699046&amp;id=1588178109#!/ilam.tembun' title='Bank Sampah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/5930091476327963545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2011/04/bank-sampah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5930091476327963545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5930091476327963545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2011/04/bank-sampah.html' title='Bank Sampah'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8539264840866430469</id><published>2010-09-25T22:18:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T22:46:31.019-07:00</updated><title type='text'>Rapat DPW Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Wilayah Sumbar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/TJ7d1iCbrDI/AAAAAAAAAEE/Iu45MUiQLFI/s1600/P1010673.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/TJ7d1iCbrDI/AAAAAAAAAEE/Iu45MUiQLFI/s200/P1010673.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521094104942619698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdirinya Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia DPW Sumbar pada Bulan November ditandai dengan keluarnya SK pengurus DPW Perwaku Sumbar pada tanggal 3 Maret 2010 diadakanlah rapat pertama DPW Sumbar pada tanggal 21 September 2010 di jurusan biologi.&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 14.00 yang dihadiri pengurus dan pakar lingkungan yang ada di sumatera barat. dari pertemuan tersebut direkomendasikan beberapa hal mendesak yang akan dilakukan oleh pengurus DPW perwaku sumbar yaitu: 1. melakukan audiensi dengan gubernur sumbar terpilih dalam paling lama bulan oktober, 2. membuat desa dampingan dan 3. membuat renstra perwaku sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pertemuan selanjutnya direncanakan pada minggu ke-2 oktober 2010, harapan kita rekomendasi yang sudah dihasilkan dari pertemuan pertama dilaksanakan sebelum pertemuan kedua. Karena diagendakan pada pertemuan berikutnya untuk membedah AD/ART.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8539264840866430469?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8539264840866430469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/09/rapat-dpw-perhimpunan-cendekiawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8539264840866430469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8539264840866430469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/09/rapat-dpw-perhimpunan-cendekiawan.html' title='Rapat DPW Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Wilayah Sumbar'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/TJ7d1iCbrDI/AAAAAAAAAEE/Iu45MUiQLFI/s72-c/P1010673.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-7667424456701975556</id><published>2010-03-21T03:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T04:15:33.481-07:00</updated><title type='text'>Pelatihan AMDAL B di UGM (17 Maret-27 April 2010)</title><content type='html'>Tak terasa dah hampir sepuluh hari di Kota Gudeg Yogyakarta. Kota yang penuh nuansa batik dan beranekaragam masakan khas Jogya dan daerah lain yang akan menggoyang lidah saya. Namun tujuan utama adalah untuk menimba ilmu mengenai AMDAL Penyusun di Universitas Gajah Mada (UGM) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama begitu asing dalam pelatihan, maklum pelatihan AMDAL di UGM didominasi oleh orang Timur Indonesia seperti dari Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Sementara sisanya dari daerah Yogya dan Propinsi tetangga Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yang berasal dari Sumatera cuma saya sendiri dan satu orang lagi dari Sumatera Selatan yang kebetulan sedang kuliah di UGM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkuliahan sampai akhir minggu pertama begitu melelahkan. Karena jadwal palatihan yang begitu banyak. Dimulai dari Pukul 07.30 dan berakhir pukul 17.00. Pada hari minggu adalah hari yang dapat digunakan untuk santai dan jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jogyakarta, 21-Maret-2010                                                                                                 18.15&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-7667424456701975556?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/7667424456701975556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/03/pelatihan-amdal-b-di-ugm-17-maret-27.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7667424456701975556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7667424456701975556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/03/pelatihan-amdal-b-di-ugm-17-maret-27.html' title='Pelatihan AMDAL B di UGM (17 Maret-27 April 2010)'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-3301506834312798591</id><published>2010-03-08T07:35:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T07:40:20.746-08:00</updated><title type='text'>pertanyaan seorang mahasiswa yang membuat SBY muarah!!!!</title><content type='html'>Maaf saya kirim informasi dari tetangga walaupun sudah pernah dikirim&lt;br /&gt;beberapa waktu* *yang lalu tapi masih asyik dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*pertanyaan seorang mahasiswa yang membuat SBY muarah!!!!*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;TYLLA Subijantoro, mahasiswi S-2 ilmu hukum Universitas New Delhi,&lt;br /&gt;India, tiba-tiba mencuri perhatian. Pertanyaan Tylla kepada Presiden&lt;br /&gt;Yudhoyono konon membuat SBY marah. "Saat berdialog dengan masyarakat&lt;br /&gt;Indonesia di India, ada warga yang sejak mulai bicara sampai selesai&lt;br /&gt;menjelek-jelekkan negeri kita dan memuji luar negeri. Saya menyesalkan,&lt;br /&gt;" kata SBY di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang ditanyakan Tylla kepada SBY pada pertemuan 23 November lalu&lt;br /&gt;itu? Berikut petikan perbincangan Tylla dengan Basfin Siregar dari Gatra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah Anda menjelek-jelekkan bangsa sendiri?&lt;br /&gt;Saya tidak terima dibilang menjelek-jelekkan bangsa! Yang saya&lt;br /&gt;jelek-jelekkan itu pemerintah. Saya membandingkan kebijakan Pemerintah&lt;br /&gt;India dengan SBY. Saya lihat Pemerintah India memberi subsidi gede&lt;br /&gt;banget untuk pendidikan. Adalah salah pemerintah kalau pendidikan di&lt;br /&gt;Indonesia makin nggak terjangkau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa uang kuliah Anda di India?&lt;br /&gt;Untuk program S-2 dua tahun, saya cuma bayar US$ 600, sekitar Rp 6 juta.&lt;br /&gt;Itu sudah all-in, sudah admission fee dan tuition fee. Tinggal mikir&lt;br /&gt;biaya hidup. Dan biaya hidup di Delhi sama dengan di Jakarta. Uang US$&lt;br /&gt;600 itu pun karena saya foreigner yang bayar lebih mahal. Soalnya, duit&lt;br /&gt;saya itu dipakai buat subsidi warga India asli. Kalau orang India yang&lt;br /&gt;kuliah, setahun bayarnya cuma 700 rupee, sekitar Rp 40.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dibandingkan dengan biaya di Indonesia?&lt;br /&gt;Tahun lalu, saya mendaftar program notariat. Untuk semester pertama saja&lt;br /&gt;habis Rp 50 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda kaget ketika SBY marah?&lt;br /&gt;Sebenarnya SBY marah bukan karena pertanyaan saya. Melainkan karena&lt;br /&gt;waktu SBY ngasih penjelasan, eh, saya malah bisik-bisik ke teman. Saya&lt;br /&gt;bilang, ''Ah, SBY mau ngomong apa, nyatanya anaknya disekolahin ke luar&lt;br /&gt;negeri juga. Berarti dia setuju pendidikan di luar negeri bagus.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi SBY bagaimana?&lt;br /&gt;SBY sepertinya menganggap saya anak yang kaget. Baru sekali sekolah di&lt;br /&gt;luar negeri, kok, sudah sombong banget. Soalnya, SBY bilang bahwa dia&lt;br /&gt;sudah sembilan kali sekolah di luar negeri, dan pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;nggak jelek. Tapi kenyataannya, di ranking dunia, pendidikan Indonesia&lt;br /&gt;kan nggak masuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dibentak, reaksi Anda sendiri bagaimana?&lt;br /&gt;Saya senyum aja, terus diem nunduk-nunduk, manggut-manggut minta maaf.&lt;br /&gt;Terus saya perhatikan lagi. Tapi saya bisik ke teman itu cuma beberapa&lt;br /&gt;detik aja kok. Sepanjang sebelumnya saya juga memperhatikan penjelasan SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa jawaban SBY waktu menjawab pertanyaan Anda?&lt;br /&gt;Ya pokoknya pemerintah sudah bekerja, bahwa pendidikan di Indonesia&lt;br /&gt;tidak jelek. Pendidikan di luar negeri ada yang bagus, tapi ada juga&lt;br /&gt;yang lebih jelek dibanding di Indonesia. Begitu. Terus waktu menjawab&lt;br /&gt;soal buku-buku murah, SBY bilang kalau pemerintah juga sudah menyiapkan&lt;br /&gt;content (materi) untuk buku-buku SD, bagaimana agar bisa kepake untuk&lt;br /&gt;sekian generasi. Teknis begitu. Itu kan nggak nyambung dengan apa yang&lt;br /&gt;saya sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa subsidi pendidikan di India?&lt;br /&gt;Di sini, buku murah luar biasa, bahkan buku-buku impor karena pemerintah&lt;br /&gt;memberi subsidi kertas! Selain itu pemerintah juga bikin kerja sama&lt;br /&gt;dengan penerbit-penerbit gede kayak Penguin Books agar buku-buku mereka&lt;br /&gt;bisa dicetak di India, jadi bisa dijual lebih murah. Buku-buku kuliah&lt;br /&gt;saya, kalau dikonversi ke rupiah, paling mahal cuma Rp 10.000. Kalau di&lt;br /&gt;Indonesia, saya bisa keluar sampai Rp 2,5 juta untuk beli buku saja. Dan&lt;br /&gt;karena subsidi kertas itu, harga langganan koran juga murah. Saya itu&lt;br /&gt;langganan satu koran, satu majalah berita semacam Gatra, dan satu&lt;br /&gt;majalah wanita. Nah, untuk langganan tiga media itu, sebulannya saya&lt;br /&gt;cuma bayar 110 rupee, atau sekitar Rp 22.000. Selain itu di India,&lt;br /&gt;pelajar dapat fasilitas kartu abonemen yang harganya cuma 50 rupee, atau&lt;br /&gt;sekitar Rp 10.000, yang berlaku selama empat bulan. Dengan kartu pas&lt;br /&gt;itu, selama empat bulan kita bisa gratis naik bis pemerintah jurusan apa&lt;br /&gt;aja. Mau keliling-keliling Delhi juga boleh. Meski bisnya bobrok, tapi&lt;br /&gt;nyaman. Berhentinya juga cuma di halte. Kartu abonemen itu selain untuk&lt;br /&gt;pelajar, juga dikasih untuk pegawai negeri, tentara, orang jompo dan&lt;br /&gt;physically disabled (orang cacat). Itu untuk transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak takut dianggap melebih-lebihkan India?&lt;br /&gt;Lho, justru karena saya cinta bangsa Indonesia, saya ingin pemerintah&lt;br /&gt;belajar kepada India. Orang Indonesia itu pintar-pintar. Tapi, soalnya,&lt;br /&gt;pemerintah tidak bisa memfasilitasi pendidikan murah. Para insinyur di&lt;br /&gt;India mampu bersaing untuk masuk di Microsoft. Sedangkan di Indonesia&lt;br /&gt;hanya beberapa orang saja yang beruntung. Maka tolonglah pemerintah&lt;br /&gt;bikin agar pendidikan itu affordable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, pendidikan di Indonesia kan ada juga bagusnya?&lt;br /&gt;Kalau mau jujur, infrastrukturnya lebih bagus. Di kampus sudah ada lift,&lt;br /&gt;whiteboard, pakai OHP. Kalau di sini enggak. Naik dari lantai I ke&lt;br /&gt;lantai IV masih manual, masih pakai kapur tulis, terus nggak ada AC.&lt;br /&gt;Tapi, kalau kualitas content-nya, kita kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pengajarnya bagaimana?&lt;br /&gt;Kalau di India enaknya, dosen-dosen itu bisa dihubungi kapan saja. Kayak&lt;br /&gt;Amartya Sen, peraih nobel, kalau mahasiswanya minta diskusi private&lt;br /&gt;session, masih dilayanin. Nggak susah. Bahkan presidennya sendiri, Abdul&lt;br /&gt;Kalam, dia juga mengajar, dan masih bisa ditelepon! Saya pernah bareng&lt;br /&gt;mahasiswanya makan malam bareng Abdul Kalam. Saya lihat Abdul Kalam itu&lt;br /&gt;dikritik mahasiswanya yang orang India, ditunjuk-tunjuk gitu, dia nggak&lt;br /&gt;marah kok. Masih santai aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pertemuan dengan SBY itu, apakah Anda ditegur, misalnya oleh&lt;br /&gt;orang KBRI?&lt;br /&gt;Ah, nggak. Orang KBRI itu asyik-asyik. Yang ribut itu justru pegawai&lt;br /&gt;negeri (dari Indonesia) yang tugas belajar ke India. Mereka pada marah.&lt;br /&gt;Dibilangnya saya itu anak itik yang baru keluar dari induknya, kaget.&lt;br /&gt;Padahal saya kan juga bukan baru pertama kali ke luar negeri. Sebelumnya&lt;br /&gt;saya kan juga sempat ikut summer course atau homestay gitu. Tapi kan&lt;br /&gt;nggak kompatibel kalau membandingkan Indonesia dengan negara-negara&lt;br /&gt;maju. Makanya dibandingin dengan India.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-3301506834312798591?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/3301506834312798591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/03/pertanyaan-seorang-mahasiswa-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3301506834312798591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3301506834312798591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/03/pertanyaan-seorang-mahasiswa-yang.html' title='pertanyaan seorang mahasiswa yang membuat SBY muarah!!!!'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8392224991843721003</id><published>2010-02-01T16:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T16:46:39.209-08:00</updated><title type='text'>Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida</title><content type='html'>Berita&lt;br /&gt;lainnya dan selengkapnya lihat di : &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://library.pelangi.or.id/"&gt;http://library. pelangi.or. id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara&lt;br /&gt;Pengemisi Besar Mengulangi Janjinya&lt;br /&gt;02-Feb-2010&lt;br /&gt;Selasa, 2 Februari 2010 | 03:39 WIB&lt;br /&gt;LONDON,&lt;br /&gt;MINGGU - Negara-negara pengemisi besar gas rumah kaca, Minggu (31/1),&lt;br /&gt;mengulangi janji mereka untuk mencegah dampak perubahan iklim. Hari Minggu&lt;br /&gt;merupakan batas waktu pendaftaran janji pengurangan emisi dan konfirmasi&lt;br /&gt;dukungan terhadap Copenhagen Accord yang dihasilkan pada Desember 2009 dalam&lt;br /&gt;Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark.&lt;br /&gt;Brasil, Afrika Selatan, India, dan China, yang dikenal sebagai&lt;br /&gt;kelompok BASIC, telah menegaskan ulang janji pengurangan emisi gas rumah kaca.&lt;br /&gt;Gas rumah kaca diyakini sebagai penyebab semakin panasnya suhu atmosfer bumi.&lt;br /&gt;Pemanasan global ini mengakibatkan munculnya fenomena perubahan iklim.&lt;br /&gt; Bambu&lt;br /&gt;untuk Mengurangi Karbon Dioksida&lt;br /&gt;02-Feb-2010&lt;br /&gt;Selasa, 2 Februari 2010 | 03:34 WIB&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas - Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong&lt;br /&gt;paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan&lt;br /&gt;fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang&lt;br /&gt;dihasilkan.Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen,&lt;br /&gt;Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalam program Alih&lt;br /&gt;Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan&lt;br /&gt;Degradasi Lahan (REDD).&lt;br /&gt; China's&lt;br /&gt;Wen Seeks Binding Climate Deal In Mexico&lt;br /&gt;02-Feb-2010&lt;br /&gt;Date: 02-Feb-10&lt;br /&gt;Country: CHINA&lt;br /&gt;Author: Chris Buckley&lt;br /&gt;BEIJING - China backs a climate change accord struck at a contentious summit&lt;br /&gt;late last year and wants a binding global agreement from talks culminating in&lt;br /&gt;Mexico later this year, Chinese Premier Wen Jiabao has said.The Chinese leader&lt;br /&gt;endorsed the "Copenhagen Accord" in letters on January 29 to the&lt;br /&gt;United Nations Secretary-General Ban Ki-moon and Danish Lars Lokke Rasmussen,&lt;br /&gt;whose country hosted the rancorous summit that produced the controversial,&lt;br /&gt;last-minute document on fighting global warming, the official Chinese Xinhua&lt;br /&gt;news agency reported on Monday.&lt;br /&gt; Major&lt;br /&gt;Emitters Set Carbon Goals After Copenhagen&lt;br /&gt;02-Feb-2010&lt;br /&gt;Date: 02-Feb-10&lt;br /&gt;Country: NORWAY&lt;br /&gt;Author: Alister Doyle&lt;br /&gt;OSLO -&lt;br /&gt;Fifty-five countries accounting for almost 80 percent of world greenhouse gas&lt;br /&gt;emissions have pledged varying goals for fighting climate change under a&lt;br /&gt;deadline in the "Copenhagen Accord," the United Nations said on&lt;br /&gt;Monday."This represents an important invigoration of the U.N. climate&lt;br /&gt;change talks," Yvo de Boer, head of the U.N. Climate Change Secretariat,&lt;br /&gt;said of the national targets for curbs on emissions until 2020 submitted by&lt;br /&gt;January 31.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8392224991843721003?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8392224991843721003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/02/bambu-untuk-mengurangi-karbon-dioksida.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8392224991843721003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8392224991843721003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/02/bambu-untuk-mengurangi-karbon-dioksida.html' title='Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6132848162247063262</id><published>2010-01-20T01:19:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T01:23:00.496-08:00</updated><title type='text'>KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI PERDESAAN: KONSEP DAN UKURAN FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 24pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan definisi ketahanan pangan dari FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996, yang mengadopsi definisi dari FAO, ada 4 komponen yang harus dipenuhi untuk mencapai kondisi ketahanan pangan yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;kecukupan ketersediaan pangan;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;stabilitas ketersediaan pangan tanpa fluktuasi dari musim ke musim atau dari tahun ke tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan serta &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 36pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;kualitas/keamanan pangan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Keempat komponen tersebut akan digunakan untuk mengukur ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dalam studi ini. Keempat indikator ini merupakan indikator utama untuk mendapatkan indeks ketahanan pangan. Ukuran ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dihitung bertahap dengan cara menggambungkan keempat komponen indikator ketahanan pangan tersebut, untuk mendapatkan satu indeks ketahanan pangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kecukupan ketersediaan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ketersediaan pangan dalam rumah tangga yang dipakai dalam pengukuran mengacu pada pangan yang cukup dan tersedia dalam jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga. Penentuan jangka waktu ketersediaan makanan pokok di perdesaan (seperti daerah penelitian) biasanya dilihat dengan mempertimbangkan jarak antara musim tanam dengan musim tanam berikutnya (Suharjo dkk, 1985:45). Perbedaan jenis makanan pokok yang dikomsumsi antara dua daerah membawa implikasi pada penggunaan ukuran yang berbeda, seperti cotoh berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;(a)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di daerah dimana penduduknya mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok (seperti Provinsi Lampung) digunakan &lt;i&gt;cutting point &lt;/i&gt;240 hari sebagai batas untuk menentukan apakah suatu rumah tangga memiliki persediaan makanan pokok cukup/tidak cukup. Penetapan &lt;i style=""&gt;cutting point &lt;/i&gt;ini didasarkan pada panen padi yang dapat dilakukan selama 3 kali dalam 2 tahun. Pada musim kemarau, dengan asumsi ada pengairan, penduduk dapat musim tanam gadu, yang berarti dapat panen 2 kali dalam setahun. Tahun berikutnya, berarti musim tanam rendeng, dimana penduduk hanya panen 1 kali setahun karena pergantian giliran pengairan. Demikian berselang satu tahun penduduk dapat panen padi 2 kali setahun sehingga rata-rata dalam 2 tahun penduduk panen padi sebanyak 3 kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;(b)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di daerah dengan jenis makanan pokok jagung (seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur) digunakan batas waktu selama 365 hari sebagai ukuran untuk menentukan apakan rumah tangga mempunyai ketersediaan pangan cukup/tidak cukup. Ini didasarkan pada masa panen jagung di daerah penelitian yang hanya dapat dipanen satu kali dalam tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Disadari bahwa ukuran ketersediaan pangan yang mengacu pada jarak waktu antara satu musim panen dengan musim panen berikutnya hanya berlaku pada rumah tangga dengan sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian pokok. Dengan kata lain, ukuran ketersediaan makanan pokok tersebut memiliki kelemahan jika diterapkan pada rumah tangga yang memiliki sumber penghasilan dari sektor non-pertanian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dengan demikian kondisi ketersediaan pangan dapat diukur sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Untuk Provinsi Lampung, sebagai contoh, dengan beras sebagai makanan pokok:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika persediaan pangan rumah tangga &gt;/= 240 hari, berarti pesediaan pangan rumah tangga cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika persediaan pangan rumah tangga antara 1-239hari, berarti pesediaan pangan rumah tangga kurang cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika rumah tangga tidak punya persediaan pangan, berarti pesediaan pangan rumah tangga tidak cukup.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Untuk Provinsi NTT, sebagai contoh, dengan jagung sebagai makanan pokok:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika persediaan pangan rumah tangga &gt;/= 365 hari, berarti pesediaan pangan rumah tangga cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika persediaan pangan rumah tangga antara 1-364hari, berarti pesediaan pangan rumah tangga kurang cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jika rumah tangga tidak punya persediaan pangan, berarti pesediaan pangan rumah tangga tidak cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Stabilitas ketersediaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Stabilitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga diukur berdasarkan kecukupan ketersediaan pangan dan frekuensi makan anggota rumah tangga dalam sehari. Satu rumah tangga dikatakan memiliki stabilitas ketersediaan pangan jika mempunyai persediaan pangan diatas &lt;i&gt;cutting point&lt;/i&gt; (240 hari untuk Provinsi Lampung dan 360 hari untuk Provinsi NTT) dan anggota rumah tangga dapat makan 3 (tiga) kali sehari sesuai dengan kebiasaan makan penduduk di daerah tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dengan asumsi bahwa di daerah tertentu masyarakat mempunyai kebiasaan makan 3 (tiga) kali sehari, frekuensi makan sebenarnya dapat menggambarkan keberlanjutan ketersediaan pangan dalam rumah tangga. Dalam satu rumah tangga, salah satu cara untuk mempertahankan ketersediaan pangan dalam jangka waktu tertentu adalah dengan mengurangi frekuensi makan atau mengkombinasikan bahan makanan pokok (misal beras dengan ubi kayu). Penelitian yang dilakukan PPK-LIPI di beberapa daerah di Jawa Barat juga menemukan bahwa mengurangi frekuensi makan merupakan salah satu strategi rumah tangga untuk memperpanjang ketahanan pangan mereka (Raharto, 1999; Romdiati, 1999). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penggunaan frekuensi makan sebanyak 3 kali atau lebih sebagai indikator kecukupan makan didasarkan pada kondisi nyata di desa-desa (berdasarkan penelitian PPK-LIPI), dimana rumah tangga yang memiliki persediaan makanan pokok ‘cukup’ pada umumnya makan sebanyak 3 kali per hari. Jika mayoritas rumah tangga di satu desa, misalnya, hanya makan dua kali per hari, kondisi ini semata-mata merupakan suatu strategi rumah tangga agar persediaan makanan pokok mereka tidak segera habis, karena dengan frekuensi makan tiga kali sehari, kebanyakan rumah tangga tidak bisa bertahan untuk tetap memiliki persediaan makanan pokok hingga panen berikutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Lebih lanjut, kombinasi antara ketersediaan makanan pokok dengan frekuensi makan (3 kali per hari disebut cukup makan, 2 kali disebut kurang makan, dan 1 kali disebut sangat kurang makan) sebagai indikator kecukupan pangan, menghasilkan indikator stabilitas ketersediaan pangan yang dapat dilihat pada tabel berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 2cm; text-indent: -2cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tabel 1 : Penetapan indikator stabilitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga (dengan contoh Kabupaten di Provinsi Lampung dan NTT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kecukupan ketersediaan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 332.1pt;" valign="top" width="443"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Frekuensi makan anggota rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&gt; 3 kali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;2 kali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1 kali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&gt; 240 hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&gt; 360 hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1 -239 hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;1 – 364 hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak ada persediaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 18pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 18pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Aksesibilitas/keterjangkauan terhadap pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Indikator aksesibilitas/keterjangkauan dalam pengukuran ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dilihat dari kemudahan rumahtangga memperoleh pangan, yang diukur dari pemilikan lahan (missal sawah untuk provinsi Lampung dan ladang untuk provinsi NTT) serta cara rumah tangga untuk memperoleh pangan. Akses yang diukur berdasarkan pemilikan lahan dikelompokkan dalam 2 (dua) kategori:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses langsung (&lt;i style=""&gt;direct access&lt;/i&gt;), jika rumah tangga memiliki lahan sawah/ladang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses tidak langsung (&lt;i style=""&gt;indirect access&lt;/i&gt;) jika rumah tangga tidak memiliki lahan sawah/ladang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cara rumah tangga memperoleh pangan juga dikelompokkan dalam 2 (dua) kateori yaitu: (1) produksi sendiri dan (2) membeli. Indikator aksesibilitas/keterjangkauan rumah tangga terhadap pangan dikelompokkan dalam kategoti seperti pada tabel berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 2cm; text-indent: -2cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tabel 2 : &lt;span style=""&gt;Penetapan indikator aksesibilitas/keterjangkauan pangan di tingkat rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 45pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt; height: 45pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pemilikan sawah/ladang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 332.1pt; height: 45pt;" valign="top" width="443"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 6pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Cara rumah tangga memperoleh bahan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Punya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 173.7pt;" valign="top" width="232"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 158.4pt;" valign="top" width="211"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses tidak langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak punya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="2" style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 332.1pt;" valign="top" width="443"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses tidak langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dari pengukuran indikator aksesibilitas ini kemudian diukur indikator stabilitas ketersedian pangan yang merupaan penggabungan dari stabilitas ketersediaan pangan dan aksesibilitas terhadap pangan. Indikator stabilitas ketersediaan pangan ini menunjukkan suatu rumah tangga apakah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mempunyai persediaan pangan cukup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Konsumsi rumah tanga normal dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 35.7pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Mempunyai akses langsung tarhadappangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Indikator kontinyuitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga dapat dilihat dalam tabel berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 65.2pt; text-indent: -65.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 65.2pt; text-indent: -65.2pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 51.05pt; text-indent: -51.05pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tabel 3.: Penetapan indikator kontinyuitas ketersediaan pangan di tingkat rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses terhadap pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 332.1pt;" valign="top" width="443"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Stailitas ketersediaan pangan rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Stabil;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak stabil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidakkontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Akses tidak langsung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 110.7pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kualitas/Keamanan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kualitas/keamanan jenis pangan yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan gizi. Ukuran kualitas pangan seperti ini sangat sulit dilakukan karena melibatkan berbagai macam jenis makanan dengan kandungan gizi yang berbeda-beda., sehingga ukuran keamanan pangan hanya dilihat dari ‘ada’ atau ‘tidak’nya bahan makanan yang mengandung protein hewani dan/atau nabati yang dikonsumsi dalam rumah tangga. Karena itu, ukuran kualitas pangan dilihat dari data pengeluaran untuk konsumsi makanan (lauk-pauk) sehari-hari yang mengandung protein hewani dan/atau nabati. Berdasarkan kriteria ini rumah tangga dapat diklasifikasikan dalam tiga kategori, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga dengan kualitas pangan baik adalah rumah tangga yang memiliki pengeluaran untuk lauk-pauk berupa protein hewani dan nabati atau protein hewani saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga dengan kualitas pangan kurang baik adalah rumah tangga yang memiliki pengeluaran untuk lauk-pauk berupa protein nabati saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 17.85pt; text-indent: -17.85pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga dengan kualitas pangan tidak baik adalah rumah tangga yang tidak memiliki pengeluaran untuk lauk-pauk berupa protein baik hewani maupun nabati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ukuran kualitas pangan ini tidak mempertimbangkan jenis makanan pokok. Alasan yang mendasari adalah karena kandungan energi dan karbohidrat antara beras, jagung dan ubi kayu/tiwul sebagai makanan pokok di desa-desa penelitian tidak berbeda secara signifikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Indeks ketahanan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;indeks ketahanan pangan dihitung dengan cara mengkombinasikan keempat indikator ketahanan pangan (ketersediaan pangan, stabilitas ketersediaan pangan, keberlanjutan dan kualitas/keamanan pangan) Kombinasi antara kecukupan ketersediaan pangan dan frekuensi makan memberikan indikator stabilitas ketersediaan pangan. Selanjutnya kombinasi antara stabilitas ketersediaan pangan dengan akses terhadap pangan memberikan indikator kontinyuitas ketersediaan pangan. Indeks ketahanan pangan diukur berdasarkan gabungan antara indikator kontinyuitas ketersediaan pangan dengan kualitas /keamanan pangan. Indeks ketahanan pangan ditingkat rumah tangga dikategorikan seperti terlihat pada tabel berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 57.6pt; text-indent: -57.6pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tabel 4 : Indeks ketahanan pangan rumah tangga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 25.45pt;"&gt;   &lt;td rowspan="2" style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.4pt; height: 25.45pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyuitas ketersediaan pangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td colspan="3" style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 323.1pt; height: 25.45pt;" valign="top" width="431"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kulaitas/keamanan pangan: Konsumsi protein hewani dan/atau nabati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 29.45pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt; height: 29.45pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Protein hewani dan nabati/protein hewani saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt; height: 29.45pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Protein nabati saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 116.1pt; height: 29.45pt;" valign="top" width="155"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak ada konsumsi protein hewani, dan nabati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 116.1pt;" valign="top" width="155"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.4pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kurang   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 116.1pt;" valign="top" width="155"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style="height: 19.25pt;"&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.4pt; height: 19.25pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak kontinyu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 117pt; height: 19.25pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 90pt; height: 19.25pt;" valign="top" width="120"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 116.1pt; height: 19.25pt;" valign="top" width="155"&gt;   &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Tidak   tahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-top: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berdasarkan matrik tersebut, maka rumah tangga dapat dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 12pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga tahan pangan adalah rumah tangga yang memiliki persedian pangan/makanan pokok secara kontinyu (diukur dari persediaan makan selama jangka masa satu panen dengan panen berikutnya dengan frekuensi makan 3 kali atau lebih per hari serta akses langsung) dan memiliki pengeluaran untuk protein hewani dan nabati atau protein hewani saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga kurang tahan pangan adalah rumah tangga yang memiliki:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontyuitas pangan/makanan pokok kontinyu tetapi hanya mempunyai pengeluaran untuk protein nabati saja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinuitas ketersdiaan pangan/makanan kurang kontinyu dan mempunyai pengeluaran untuk protein hewani dan nabati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 6pt 0cm 0.0001pt 18pt; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rumah tangga tidak tahan pangan adalah rumah tangga yang dicirikan oleh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyuitas keterrsediaan pangan kontinyu, tetapi tidak memiliki pengeluaran untuk protein hewani maupun nabati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyuitas keterrsediaan pangan kontinyu kurang kontinyu dan hanya memiliki pengeluaran untuk protein hewani atau nabati, atau tidak untuk kedua-duanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyuitas keterrsediaan pangan tidak kontinyu walaupun memiliki pengeluaran untuk protein hewani dan nabati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 47.25pt; text-indent: -29.25pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kontinyuitas keterrsediaan pangan tidak kontinyu dan hanya memiliki pengeluaran untuk protein nabati saja, atau tidak untuk kedua-duanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6132848162247063262?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6132848162247063262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/01/ketahanan-pangan-rumah-tangga-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6132848162247063262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6132848162247063262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2010/01/ketahanan-pangan-rumah-tangga-di.html' title='KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI PERDESAAN: KONSEP DAN UKURAN FAO (1996) dan UU RI No. 7 tahun 1996'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-7908349835212048773</id><published>2009-12-02T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T00:11:35.889-08:00</updated><title type='text'>50 Perusahaan BUMN Berperingkat Hitam</title><content type='html'>&lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;  &lt;td class="createdate" valign="top"&gt;   Saturday, 31 October 2009 17:26 &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt; &lt;td valign="top"&gt; Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan daftar perusahaan yang masuk dalam kategori paling mencemari lingkungan, yaitu perusahaan yang mendapat peringkat hitam dalam daftar hasil pemeringkatan Kementerian Lingkungan Hidup dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan atau Proper.&lt;br /&gt;   &lt;p&gt;"Mana yang kategori hitam, atau paling jelek supaya orang terdorong untuk memperbaiki. Umumkan saja," kata Wapres Jusuf Kalla pada acara penyerahan penghargaan Proper di Jakarta, Kamis (15/10) malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil Proper 2009, terdapat 50 BUMN yang berperingkat buruk, yaitu 10 BUMN berperingkat hitam, 9 BUMN berperingkat merah minus, dan 31 BUMN berperingkat merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daftar hitam pertama PT Pertamina Golden Spike di Muara Enim," kata Wapres membacakan daftar peringkat hitam Proper sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan BUMN yang berperingkat hitam lainnya, seperti PT Kertas Basuki Rachmat Jawa Timur Banyuwangi, PT PG Gorontalo Gula Gorontalo, dan tujuh PT Perkebunan Nusantara (PTPN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak tujuh PTPN berperingkat hitam, yaitu PTPN IX (Persero) PG Rendeng Gula Jawa Tengah Kudus, PTPN IX (Persero) PG Sumberharjo Gula Jawa Tengah Pemalang, PTPN XIV (Persero) PG Camming Gula Sulawesi Selatan Bone, PTPN VIII (Persero) Perkebunan Cikumpai Karet Jawa Barat Purwakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terdapat PTPN XIII Kebun Danau Salak Karet Kalimantan Selatan Banjar, PTPN VI (Persero) PKS Bunut Sawit Jambi Muaro Jambi, dan PTPN XIII (Persero) Gunung Meliau Sawit Kalimantan Barat Sanggau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada sembilan BUMN yang berperingkat merah minus yang lima di antaranya merupakan PTPN, antara lain JOB Pertamina Petrochina Tanjung Jabung EP Migas Jambi Tanjung Jabung, KSO Benakat Barat Petroleum EP Migas Sumatera Selatan Muara Enim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, PT Tambang Timah Unit PRODA II Pulau Belitung Tambang Mineral Kepulauan Bangka Belitung Belitung Timur, PT Tambang Timah Unit Pusat Metalurgi Mentok Tambang Mineral Kepulauan Bangka Belitung Bangka Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak lima PTPN berperingkat merah minus, yaitu PTPN V (Persero) Unit Sei Lindai Karet Riau Kampar, PTPN VIII (Persero) Kebun Kertajaya Sawit Banten Lebak, PTPN VI (Persero) PKS Pinang Tinggi Sawit Jambi Muarajambi, PTPN III-PMKS Sei Baruhur Sawit Sumatera Utara Labuan Batu, dan PTPN III Sei Kambing PKS Sei Silau Sawit Sumatera Utara Asahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk peringkat merah, ada 31 BUMN, yang di antaranya adalah 4 perusahaan Pertamina, 3 PLN, 7 PT PG Rajawali, dan 14 PTPN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak empat BUMN Pertamina yang berperingkat merah yaitu PT Pertamina (Persero) S&amp;amp;D Region I-Depot Pematang Siantar Distribusi Migas Sumatera Utara Kota Pematang Siantar; TAC Pertamina-Binawahana Petrindo Meruap EP Migas Jambi Sarolangun; PT Pertamina EP Area Lirik Region Sumatera EP Migas Riau Indragiri Hulu; dan PT Pertamina EP Area Pendopo Region Sumatera EP Migas Sumatera Selatan Muara Enim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tiga BUMN PLN yaitu PT PLN (Persero) PLTD Bengkulu PLTD Bengkulu Kota Bengkulu, PT PLN (Persero) Titi Kuning PLTD Sumatera Utara Kota Medan, dan PT PLN (Persero) Sektor Belawan PLTU / PLTGU Sumatera Utara Kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh PT PG Rajawali yaitu PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh Gula Jawa Barat Majalengka, PT PG Rajawali II Unit PG Karang Suwung Gula Jawa Barat Cirebon, PT PG Rajawali II Unit PG Sindang Laut Gula Jawa Barat Cirebon, PT PG Rajawali II Unit PG Subang Gula Jawa Barat Subang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada PT PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru Gula Jawa Barat Cirebon, PT PG Rajawali I Unit PG Krebet Baru I Gula Jawa Timur Malang, dan PT PG Rajawali I Unit PG Rejo Agung Baru Gula Jawa Timur Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ke-14 PTPN berperingkat merah adalah PTPN IX (Persero) PG Pangkah Gula Jawa Tengah Tegal, PTPN IX (Persero) PG Sragi Gula Jawa Tengah Pekalongan, PTPN X (Persero) PG Djombang Baru Gula Jawa Timur Jombang, PTPN XI (Persero) PG Assembagoes Gula Jawa Timur Situbondo, PTPN XI (Persero) PG Djatiroto Gula Jawa Timur Lumajang, dan PTPN XI (Persero) PG Pagottan Gula Jawa Timur Madiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, ada PTPN XI (Persero) PG Pradjekan Gula Jawa Timur Bondowoso, PTPN XI (Persero) PG Rejosarie Gula Jawa Timur Magetan, PTPN VIII (Persero) Kebun Jalupang Karet Jawa Barat Subang, PTPN XIII (Persero) PMS Long Pinang Sawit Kalimantan Timur Paser.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, PTPN V-PKS Sei Buatan Sawit Riau Siak, PTPN V-PKS Sei Tapung Sawit Riau Rokan Hulu, PTPN V-PKS Tanjung Medan Sawit Riau Rokan Hilir, dan PTPN V (Persero) Unit Sei Galuh Sawit Riau Kampar, PTPN IV Kebun Bah Jambi Sawit Sumatera Utara Simalungun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUMN lainnya yang berperingkat merah yaitu PT Tambang Timah Unit PRODA I Belinyu Tambang Mineral Kepulauan Bangka Belitung Bangka Barat, PT Kertas Leces (Persero) Kertas Jawa Timur Probolinggo, dan PT Kawasan Industri Medan I (KIM-I) Kawasan Industri Sumatera Utara Kota Medan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber: http://sains.kompas.com/read/xml/2009/10/16/12050670/50.perusahaan.bumn.berperingkat.hitam&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-7908349835212048773?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/7908349835212048773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/12/50-perusahaan-bumn-berperingkat-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7908349835212048773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7908349835212048773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/12/50-perusahaan-bumn-berperingkat-hitam.html' title='50 Perusahaan BUMN Berperingkat Hitam'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-3895575892420226674</id><published>2009-11-21T12:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T12:16:27.696-08:00</updated><title type='text'>Pemerintah Tidak Mampu Atasi Banjir Jakarta</title><content type='html'>Dari tahun ke tahun banjir Jakarta bukannya teratasi, tapi sebaliknya malah meningkat. Sekarang Muara Baru hampir setiap saat terendam rob. Pelan tapi pasti Pademangan, Istana, Monas, Airport Soekarno Hatta juga terendam. Tahun 2030 Jakarta tengelam. Kerugian juga meningkat. Bapenas menaksir kerugian melebihi Rp 9 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 alasan utama banjir Jakarta terus meningkat, yaitu&lt;br /&gt;1. curah hujan meningkat karena dampak perubahan iklim dan siklus alami tahun es. Puncak&lt;br /&gt;hujan terjadi pada Januari 2010 dan ketinggian permukaan genangan meningkat dibandingkan&lt;br /&gt;musim penghujan awal 2009 yang mencapai 10 centimeter sampai 250 centimeter.&lt;br /&gt;2. ditambah makin berkurangnya lahan tutupan hijau di hulu dan di Jakarta berakibat banjir kiriman dari&lt;br /&gt;hulu Jakarta meningkat pula. Luas ruang terbuka hijau yang dimiliki hanya 9,6 persen dari 661.52&lt;br /&gt;kilometer persegi luas Jakarta. Perubahan fungsi hutan di Hulu Jakarta daerah pegunungan Gde&lt;br /&gt;Pangrango menjadi sawah dan permukiman tak terhentikan sampai saat ini. Diperparah tanah&lt;br /&gt;Jakarta terus ambles 5-20 cm per tahunnya selama 15 tahun terakhir ini.. Dari sekitar 650 km2 luas&lt;br /&gt;Jakarta, 240 km2 merupakan dataran banjir dengan ketinggian 1 meter di bawah permukaan pasang&lt;br /&gt;air laut.&lt;br /&gt;3. banjir meningkat, tapi alokasi anggaran pembangunanan infrastruktur penangulangan banjir miskin.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi banjir Jakarta dibutuhkan dana lebih Rp 100 trilyun. Pemerintah hanya sanggup&lt;br /&gt;mengalokasikan dana hanya membangun BKT sekitar Rp 4,124 trilyun dan pengerukan serta&lt;br /&gt;penanggulanan banjir oleh Pemda DKI sekitar Rp 600 M. selebihnya hanya biaya pemeliharaan rutin.&lt;br /&gt;4. lemahnya manajemen pemerintah dalam membangun infrastruktur banjir. Terbukti membangun BKT&lt;br /&gt;sudah 5 tahun gak kelar-kelar. Dari 24.000 ha luas dataran rendah DKI baru 9.000 ha yang telah&lt;br /&gt;diatasi dari ancaman banjir.&lt;br /&gt;5. lemahnya dukungan rakyat dalam mengatasi banjir terbukti penguasaan lahan di daerah resapan,&lt;br /&gt;buang sampah di sungai, rendahnya sumur resapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menyimak fakta tersebut, sangatlah berlebihan kalau kita percaya pada janji “Jakarta akan bebas banjir” setidaknya dalam waktu dekat. Untuk itu perlu dikembangkan sikap “hidup ramah banjir di kota banjir Jakarta”. Pilihan sikap ini akan meminimalkan kerugian dan korban akibat banjir.&lt;br /&gt;Caranya:&lt;br /&gt;1. Adaptif dalam membangun rumah dan infrastruktur yang ramah banjir. Dapat ditiru dari kearifan&lt;br /&gt;tradisional masyarakat Bajo yang hidup diatas rumah panggung di pesissir laut. Jika sekarang&lt;br /&gt;penduduk Muara Baru sudah rutin terendam banjir ronb, nanti Jakarta tahun 2030 terendam sampai&lt;br /&gt;Monas, pilihannya relokasi atau bertahan dengan adaptasi.&lt;br /&gt;2. memilih matrial rumah tangga yang tahan genangan air, misalnya kursi aluminium, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir Jakarta dapat Diatasi&lt;br /&gt;Namun, rasa penasaran atas tanya “apakah benar Jakarta tidak bisa bebas banjir?” Bisa, tapi sebagai Negara yang tidak miskin amat tapi tidak kaya, maka investasi membangun infrastruktur mengatasi banjir yang “hanya” berdampak melumpuhkan kota selama 2 minggu “saja”, oleh banyak kalangan dianggap biaya yang “terlalu besar”, masih banyak kebutuhan lain yang mendesak, misalnya mengatasi kemiskinan, kemacetan, dan biaya mengerakkan mesin birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi banjir Jakarta membutuhkan pendekatan hulu hilir secara komprehensif dan holistik.&lt;br /&gt;1. Di hulu tidak bisa tidak Jakarta membutuhkan “kolam” besar untuk menampung limpahan air agar tidak&lt;br /&gt;membludak mengenangi sekitar Jakarta. Dulu kawasan Pesona Kayangan Depok direncanakan&lt;br /&gt;sebagai waduk, tapi sekarang sudah jadi perumahan. Harus dicari area lain, mungkin saja tidak&lt;br /&gt;diperoleh kawasan yang luas, bisa saja kecil-kecil tapi banyak sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;2. Untuk menampung air limpasan hujan di dalam kota Jakarta harus direvitalisasi situ, danau, rawa,&lt;br /&gt;sungai dan daerah/ sumur resapan. Rencana pembangunan 1000 rusun dapat dimanfaatkan untuk&lt;br /&gt;penataan ruang. Misalnya daerah permukiman yang semula DAS, situ, rawa, danau atau cekungan&lt;br /&gt;yang padat dan kumuh bisa diprioritaskan direvitalisasi dengan memindahkan penduduknya ke rusun&lt;br /&gt;dan daerahnya sebagian untuk danau buatan.&lt;br /&gt;3. Idealnya air yang melimpah dikala hujan ini dapat dikelola sebagai bahan baku air bersih yang dapat&lt;br /&gt;dipanen secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta yang masih sangat kekurangan air&lt;br /&gt;bersih. Rencana pembangunan deep tannel yang berfungsi sebagai terowongan penyimpan sekaligus&lt;br /&gt;jalan raya patut dipertimbangkan, walau ,masih mahal untuk saat ini.&lt;br /&gt;4. Perlu menerapkan masterplan penanggulangan banjir secara konsisten yang telah mengadaptasi&lt;br /&gt;dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;5. Mendorong perubahan sikap masyarakat secara nyata untuk adaptif terhadap banjir. Upaya keras&lt;br /&gt;dan tegas harus dilakukan untuk mendidik dan pentaatan.&lt;br /&gt;6. Merampingkan birokrasi pemerintah agar tersedia dana yang cukup untuk membangun. Jika&lt;br /&gt;diasumsikan setiap tahun dapat dialokasikan dana Rp 10-20 trilyun untuk mengatasi banjir, penataan&lt;br /&gt;permukiman dan kemacetan secara terpadu, maka dalam 5 – 10 tahun kita akan mendapatkan hasil&lt;br /&gt;nyata.&lt;br /&gt;7. Masalah banjir Jakarta tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Pemprop DKI Jakarta, Pemerintah&lt;br /&gt;Pusat harus turun tangan mengkoordinir karena masalah ini masalah besar dan lintas propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 November 2009 jam 23.36 WIB&lt;br /&gt;Herdianto WK&lt;br /&gt;(transkrip di acara Dialog Metro Pagi, Kamis 19/11/2009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-3895575892420226674?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/3895575892420226674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/pemerintah-tidak-mampu-atasi-banjir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3895575892420226674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3895575892420226674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/pemerintah-tidak-mampu-atasi-banjir.html' title='Pemerintah Tidak Mampu Atasi Banjir Jakarta'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2839085959642812272</id><published>2009-11-21T12:13:00.001-08:00</published><updated>2009-11-21T12:15:04.011-08:00</updated><title type='text'>HIDUP DI KOTA BANJIR JAKARTA: Pemerintah Tidak Mampu Atasi Banjir Jakarta</title><content type='html'>Dari tahun ke tahun banjir Jakarta bukannya teratasi, tapi sebaliknya malah meningkat. Sekarang Muara Baru hampir setiap saat terendam rob. Pelan tapi pasti Pademangan, Istana, Monas, Airport Soekarno Hatta juga terendam. Tahun 2030 Jakarta tengelam. Kerugian juga meningkat. Bapenas menaksir kerugian melebihi Rp 9 trilyun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 5 alasan utama banjir Jakarta terus meningkat, yaitu&lt;br /&gt;1. curah hujan meningkat karena dampak perubahan iklim dan siklus alami tahun es. Puncak&lt;br /&gt;hujan terjadi pada Januari 2010 dan ketinggian permukaan genangan meningkat dibandingkan&lt;br /&gt;musim penghujan awal 2009 yang mencapai 10 centimeter sampai 250 centimeter.&lt;br /&gt;2. ditambah makin berkurangnya lahan tutupan hijau di hulu dan di Jakarta berakibat banjir kiriman dari&lt;br /&gt;hulu Jakarta meningkat pula. Luas ruang terbuka hijau yang dimiliki hanya 9,6 persen dari 661.52&lt;br /&gt;kilometer persegi luas Jakarta. Perubahan fungsi hutan di Hulu Jakarta daerah pegunungan Gde&lt;br /&gt;Pangrango menjadi sawah dan permukiman tak terhentikan sampai saat ini. Diperparah tanah&lt;br /&gt;Jakarta terus ambles 5-20 cm per tahunnya selama 15 tahun terakhir ini.. Dari sekitar 650 km2 luas&lt;br /&gt;Jakarta, 240 km2 merupakan dataran banjir dengan ketinggian 1 meter di bawah permukaan pasang&lt;br /&gt;air laut.&lt;br /&gt;3. banjir meningkat, tapi alokasi anggaran pembangunanan infrastruktur penangulangan banjir miskin.&lt;br /&gt;Untuk mengatasi banjir Jakarta dibutuhkan dana lebih Rp 100 trilyun. Pemerintah hanya sanggup&lt;br /&gt;mengalokasikan dana hanya membangun BKT sekitar Rp 4,124 trilyun dan pengerukan serta&lt;br /&gt;penanggulanan banjir oleh Pemda DKI sekitar Rp 600 M. selebihnya hanya biaya pemeliharaan rutin.&lt;br /&gt;4. lemahnya manajemen pemerintah dalam membangun infrastruktur banjir. Terbukti membangun BKT&lt;br /&gt;sudah 5 tahun gak kelar-kelar. Dari 24.000 ha luas dataran rendah DKI baru 9.000 ha yang telah&lt;br /&gt;diatasi dari ancaman banjir.&lt;br /&gt;5. lemahnya dukungan rakyat dalam mengatasi banjir terbukti penguasaan lahan di daerah resapan,&lt;br /&gt;buang sampah di sungai, rendahnya sumur resapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menyimak fakta tersebut, sangatlah berlebihan kalau kita percaya pada janji “Jakarta akan bebas banjir” setidaknya dalam waktu dekat. Untuk itu perlu dikembangkan sikap “hidup ramah banjir di kota banjir Jakarta”. Pilihan sikap ini akan meminimalkan kerugian dan korban akibat banjir.&lt;br /&gt;Caranya:&lt;br /&gt;1. Adaptif dalam membangun rumah dan infrastruktur yang ramah banjir. Dapat ditiru dari kearifan&lt;br /&gt;tradisional masyarakat Bajo yang hidup diatas rumah panggung di pesissir laut. Jika sekarang&lt;br /&gt;penduduk Muara Baru sudah rutin terendam banjir ronb, nanti Jakarta tahun 2030 terendam sampai&lt;br /&gt;Monas, pilihannya relokasi atau bertahan dengan adaptasi.&lt;br /&gt;2. memilih matrial rumah tangga yang tahan genangan air, misalnya kursi aluminium, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjir Jakarta dapat Diatasi&lt;br /&gt;Namun, rasa penasaran atas tanya “apakah benar Jakarta tidak bisa bebas banjir?” Bisa, tapi sebagai Negara yang tidak miskin amat tapi tidak kaya, maka investasi membangun infrastruktur mengatasi banjir yang “hanya” berdampak melumpuhkan kota selama 2 minggu “saja”, oleh banyak kalangan dianggap biaya yang “terlalu besar”, masih banyak kebutuhan lain yang mendesak, misalnya mengatasi kemiskinan, kemacetan, dan biaya mengerakkan mesin birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi banjir Jakarta membutuhkan pendekatan hulu hilir secara komprehensif dan holistik.&lt;br /&gt;1. Di hulu tidak bisa tidak Jakarta membutuhkan “kolam” besar untuk menampung limpahan air agar tidak&lt;br /&gt;membludak mengenangi sekitar Jakarta. Dulu kawasan Pesona Kayangan Depok direncanakan&lt;br /&gt;sebagai waduk, tapi sekarang sudah jadi perumahan. Harus dicari area lain, mungkin saja tidak&lt;br /&gt;diperoleh kawasan yang luas, bisa saja kecil-kecil tapi banyak sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;2. Untuk menampung air limpasan hujan di dalam kota Jakarta harus direvitalisasi situ, danau, rawa,&lt;br /&gt;sungai dan daerah/ sumur resapan. Rencana pembangunan 1000 rusun dapat dimanfaatkan untuk&lt;br /&gt;penataan ruang. Misalnya daerah permukiman yang semula DAS, situ, rawa, danau atau cekungan&lt;br /&gt;yang padat dan kumuh bisa diprioritaskan direvitalisasi dengan memindahkan penduduknya ke rusun&lt;br /&gt;dan daerahnya sebagian untuk danau buatan.&lt;br /&gt;3. Idealnya air yang melimpah dikala hujan ini dapat dikelola sebagai bahan baku air bersih yang dapat&lt;br /&gt;dipanen secara berkala untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta yang masih sangat kekurangan air&lt;br /&gt;bersih. Rencana pembangunan deep tannel yang berfungsi sebagai terowongan penyimpan sekaligus&lt;br /&gt;jalan raya patut dipertimbangkan, walau ,masih mahal untuk saat ini.&lt;br /&gt;4. Perlu menerapkan masterplan penanggulangan banjir secara konsisten yang telah mengadaptasi&lt;br /&gt;dampak perubahan iklim.&lt;br /&gt;5. Mendorong perubahan sikap masyarakat secara nyata untuk adaptif terhadap banjir. Upaya keras&lt;br /&gt;dan tegas harus dilakukan untuk mendidik dan pentaatan.&lt;br /&gt;6. Merampingkan birokrasi pemerintah agar tersedia dana yang cukup untuk membangun. Jika&lt;br /&gt;diasumsikan setiap tahun dapat dialokasikan dana Rp 10-20 trilyun untuk mengatasi banjir, penataan&lt;br /&gt;permukiman dan kemacetan secara terpadu, maka dalam 5 – 10 tahun kita akan mendapatkan hasil&lt;br /&gt;nyata.&lt;br /&gt;7. Masalah banjir Jakarta tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Pemprop DKI Jakarta, Pemerintah&lt;br /&gt;Pusat harus turun tangan mengkoordinir karena masalah ini masalah besar dan lintas propinsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 18 November 2009 jam 23.36 WIB&lt;br /&gt;Herdianto WK&lt;br /&gt;(transkrip di acara Dialog Metro Pagi, Kamis 19/11/2009).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2839085959642812272?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2839085959642812272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/hidup-di-kota-banjir-jakarta-pemerintah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2839085959642812272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2839085959642812272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/hidup-di-kota-banjir-jakarta-pemerintah.html' title='HIDUP DI KOTA BANJIR JAKARTA: Pemerintah Tidak Mampu Atasi Banjir Jakarta'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8182346361448183433</id><published>2009-11-18T05:22:00.001-08:00</published><updated>2009-11-18T05:25:22.151-08:00</updated><title type='text'>Inilah Gambaran tentang Hari Akhir Itu... ( 2012)</title><content type='html'>SUTRADARA: Roland Emmerich, PRODUSER: Roland Emmerich, Mark Gordon, Harald Kloser, Larry J. Franco, dan Ute Emmerich, PENULIS: Harald Kloser dan Roland Emmerich, PEMERAN: John Cusack, Chiwetel Ejiofor, Amanda Peet, Thandie Newton, Oliver Platt, Danny Glover, dan Woody Harrelson&lt;br /&gt;MUSIK: Harald Kloser, Thomas Wander, dan James Seymour Brett, SINEMATOGRAFI: Dean Semler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan Anda bayangkan ketika bumi yang selama ini kita pijak tiba-tiba ambles ke dasar bumi dan sebagian lagi hilang ditelan air laut? Semua agama memang menyebutkan bahwa suatu saat bumi akan hancur karena Hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sedikit orang yang percaya bahwa Hari Kiamat akan terjadi di tahun 2012, tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Itu sesuai ramalan Suku Maya yang kabarnya jago ilmu falak. Tapi benarkah Kiamat bisa diprediksi datangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat semua kisah dan rumor tersebut, Columbia Pictures memproduksi sebuah film yang menggambarkan bagaimana hari kiamat akan datang. Film yang berjudul 2012 tersebut sudah mulai diputar Jumat (13/11) di seluruh bioskop serentak di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film diawali dengan adegan yang berlokasi di India. Seorang ilmuwan setempat, Dr Satnam Tsurutani (Jimi Mistry), menemukan fakta bahwa inti dari kulit bumi mengalami kenaikan suhu karena efek yang diakibatkan oleh sebuah ledakan besar di permukaan matahari (sun flare).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perhitungan para ahli, dampak ledakan itu membuat gerakan pada inti bumi. Akibatnya, lempeng bumi yang selama ini menopang daratan di bumi bakal patah dan akan mengakibatkan gempa bumi yang sangat dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar perhitungan itulah, Dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor), sahabat Dr Satnam, membuat laporan ke Gedung Putih bahwa kiamat akan tiba. Adrian bertemu kepala staf presiden, Carl Anheuser (Oliver Platt). Carl yang semula meremehkan temuan bumi terus memanas itu langsung terkejut dan merespons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuan tersebut kemudian dibawa ke pertemuan negara-negara G8 di tahun 2010. Dalam kesempatan itu, Presiden Amerika Serikat Thomas Wilson (Danny Glover) menyampaikan kepada para petinggi dunia bahwa bumi akan dilanda musibah besar terkait inti bumi yang terus memanas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu dimulailah sebuah rencana besar. Semua negara sepakat memilih China sebagai tempat untuk membuat sejumlah bahtera besar, barangkali mirip bahtera Nabi Nuh, yang tak lain akan digunakan saat bencana besar tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, diceritakan kisah lain tentang kehidupan seorang penulis buku berjudul Farewell Atlantis, Jackson Curtis (John Cusack). Ia datang ke rumah mantan istrinya, Kate Curtis (Amanda Peet), untuk menjemput anak mereka, Noah (Liam James) dan Lily (Morgan Lily), berkemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan limusin, mereka tiba di lokasi perkemahan Yellowstone. Namun, setibanya di sana ada tanda larangan masuk menuju danau Yellowstone. Curtis dan kedua anaknya nekat menerobos larangan itu. Di sana mereka kaget karena danau tersebut lenyap karena pemanasan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat berkemah, Curtis bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), seorang penyiar radio yang berpenampilan seperti orang gila. Charlie memberitahu bahwa bumi akan segera dilanda bencana dahsyat. Lewat Charlie juga Curtis tahu bahwa Charlie punya peta lokasi pesawat yang bisa menyelamatkan manusia dari bencana itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curtis pun terpaksa pulang lebih cepat, ketika mantan istrinya meminta agar anak-anak segera kembali. Kate sedikit trauma karena ia baru saja mengalami gempa. Setelah anak-anak kembali ke rumah ibunya, Curtis kembali bertugas mengantar anak kembar bosnya, Yuri Karpov (Zlatko Buric).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewa pesawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curtis mulai memercayai omongan Charlie tentang kiamat saat dia menyaksikan jalan di bandara terbelah karena gempa. Curtis lalu berinisiatif menyewa pesawat dan seorang pilot untuk menyelamatkan keluarganya dengan bayaran jam tangan mahal miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini ketegangan pun dimulai. Kiamat yang diramalkan banyak pihak terjadi, dimulai dari gempa bumi di mana-mana. Curtis pun ngebut ke rumah istrinya untuk menjemput Kate dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil menyelamatkan keluarganya plus pacar Kate, Gordon Silberman (Tom McCarthy), Curtis segera memacu limusinnya ke bandara. Penonton diajak menahan napas melihat mobil mewah itu meliuk-liuk menghindari gedung-gedung yang runtuh serta jalanan yang menganga karena gempa dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan ini pun tiba di bandara. Namun sial, pilot yang disewa Curtis tewas. Akhirnya, Gordon yang pernah kursus pilot didapuk menjadi pilot dadakan. Berpacu dengan waktu, pesawat itu pun akhirnya bisa mengudara. Dari dalam pesawat mereka melihat bencana yang luar biasa. Semuanya hancur dan luluh lantak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gedung Putih, Dr Adrian mendapat kabar bahwa kenaikan suhu inti bumi terus naik dengan cepat. Hal ini membuat Adrian terkejut lantaran perkiraannya meleset. Kiamat datang lebih cepat. Pemerintah pun segera melakukan penyelamatan. Sayang, Presiden Thomas menolak dievakuasi ke China. Ia memilih tinggal bersama rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sebuah tsunami setinggi ribuan meter menghantam Gedung Putih dan seisinya. Bahkan saking dahsyatnya, kapal induk John F Kennedy CV-63 pun terpental hingga menghantam Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gempa dan tsunami terjadi di seluruh belahan dunia. Bumi mengalami kehancuran total. Diceritakan bahwa kutub selatan dan utara telah bergeser. Semua daratan bergeser sejauh ribuan mil dari lokasi semula.&lt;br /&gt;Dalam bencana itu, hanya sedikit yang bisa selamat, termasuk rombongan pesawat Air Force One yang bergerak ke China, menuju "Bahtera Nuh" dibuat. Ternyata tanpa disangka Curtis dan keluarganya bisa sampai China menggunakan pesawat Antonov yang dipiloti Shasha, anak buah Yuri, dan Gorgon sebagai kopilot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan Curtis kemudian ditinggal oleh Yuri dan anak kembarnya karena mereka punya tiket naik ke kapal besar tersebut. Dalam keputusasaannya, Curtis dan keluarga mendapat tumpangan seorang biksu yang ternyata menuju ke bahtera raksasa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kembali penonton dibuat tegang karena mendadak pintu kapal dibuka. Gordon pun menjadi korban. Tapi saat pintu kapal akan ditutup lagi, sebuah perkakas jatuh dan mengganjal roda penggerak pintu. Mereka yang di dalam kapal panik karena mesin tidak bisa dinyalakan jika pintu masih terbuka. Padahal saat itu, sebuah tsunami setinggi gunung sudah menuju ke arah kapal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah film 2012 ini sepintas tak jauh berbeda dengan film soal bencana besar di bumi, seperti The Day After Tomorrow (2004) dan Deep Impact (1998). Hanya, film 2012 lebih hebat dan dahsyat penggambarannya. Efek visualnya terlihat lebih nyata. Ya, ini sebanding dengan ongkos produksi film ini yang mencapai 200 juta dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dari sisi efek visual patut diacungi jempol, tidak demikian dengan alur ceritanya. Jika Anda sering nonton film Hollywood, cukup banyak alur atau adegan yang bisa ditebak. Misalnya, saat Curtis terjatuh saat mengambil peta, adegan dibuat seolah Curtis telah mati. Sejurus kemudian muncul jari tangan Curtis dari bibir tebing dan selamatlah Curtis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat film 2012 ini setidaknya penonton bisa melihat gambaran bagaimana dunia (sedikit) hancur karena kekuatan alam yang amat dahsyat. Mungkin penyebutan kiamat untuk film ini tidak tepat, lantaran masih ada manusia yang selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin lebih tepat bencana besar, seperti yang terjadi di zaman Nabi Nuh, di mana banjir besar melanda bumi, dan Nuh bisa selamat setelah naik sebuah bahtera berisi semua jenis binatang dan tumbuhan agar bisa melanjutkan hidup pascabencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini juga mengandung pesan bahwa semua milik manusia tidak ada yang abadi. Manusia tidak berdaya kala alam mengamuk dengan segala kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga disadarkan bahwa semua seluruh manusia adalah bersaudara. Saat menghadapi bencana tak ada lagi si kaya dan si miskin, tak ada lagi kelompok agama, suku, dan ras. Namun jika kita baru sadar bahwa manusia adalah bersaudara dengan manusia lain saat bencana tiba, maka rasanya terlalu mahal harga yang dibayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga harus sabar menyaksikan film ini karena durasinya cukup panjang, 158 menit atau dua jam lebih. Jadi, sebelum nonton sebaiknya Anda buang air kecil agar tidak terganggu urusan "panggilan alam" itu di tengah-tengah film. Selamat menonton! (Lucky Oktaviano)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8182346361448183433?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8182346361448183433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/inilah-gambaran-tentang-hari-akhir-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8182346361448183433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8182346361448183433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/inilah-gambaran-tentang-hari-akhir-itu.html' title='Inilah Gambaran tentang Hari Akhir Itu... ( 2012)'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1125664805916212195</id><published>2009-11-10T20:43:00.002-08:00</published><updated>2009-11-10T20:50:20.640-08:00</updated><title type='text'>Danau Maninjau Berpotensi Gempa Maha Dahsyat</title><content type='html'>Sarasehan yang diadakan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia Wilayah Sumbar mendatangkan Pakar Lingkungan Prof. Dr. Emil Salim. Beliau adalah tokoh yang disegani dizaman Era Soeharto. Ketokohan beliau lebih fokus pada lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyampaian makalah, beliau menyampaikan bahwa ada semacam kekhawatiran yang mendalam mengenai keberadaan Danau Maninjau. Karena msetelah berdiskusi dengan ahli gempa, Danau Maninjau masuk dalam Ring Of Fire (cincin api). sehingga memungkinkan danau Maninjau akan aktif kembali. Danau maninjau adalah kawasan hasil letusan gunung yag aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada kesempatan itu juga beliau berpesan agar jangan takut dengan gempa, karena Indonesai dikelilingi oleh Ring of Fire. Usaha yang tepat adalah dengan mengusahakan agar kontruksi bangunan ramah terhadap gempa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1125664805916212195?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1125664805916212195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/danau-maninjau-berpotensi-gempa-maha.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1125664805916212195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1125664805916212195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/11/danau-maninjau-berpotensi-gempa-maha.html' title='Danau Maninjau Berpotensi Gempa Maha Dahsyat'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6117289781402081974</id><published>2009-10-23T02:05:00.000-07:00</published><updated>2009-10-23T02:12:16.959-07:00</updated><title type='text'>Warga Kota Padang Mulai Bangkit</title><content type='html'>Dah lama tidak muncul di blog ini, maklum setelah bencana gempa di Kota ku membuat kehidupan di Kota Padang tidak berjalan lancar sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlahan tapi pasti warga Kota Padang mulai bangkit, walaupun masih di ganggu dengan hadirnya isu akan munculnya gempa susulan yang maha dahsyat dengan kekuatan 8,9 SR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian mulai berjalan sebagaimana mestinya, walaupun harga belum stabil dengan adanya lonjakan pasca bencana. Namun kita masih miris dengan keadaan infra struktur pemerintahan yang masih belum tersentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, harapn itu tetap ada. Putra-putri Minangkabau adalah warga Indonesia yang tegar menghadapi masa depan. Ditangan mereka pembangunan Sumatera Barat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6117289781402081974?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6117289781402081974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/10/warga-kota-padang-mulai-bangkit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6117289781402081974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6117289781402081974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/10/warga-kota-padang-mulai-bangkit.html' title='Warga Kota Padang Mulai Bangkit'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8603182748107572570</id><published>2009-09-18T16:39:00.003-07:00</published><updated>2009-09-18T17:13:31.401-07:00</updated><title type='text'>Mendung Menyambut Idul Fitri di Ujung Gading</title><content type='html'>Cuaca nampaknya mendung dan hujan beberapa hari belakangan di Ujung Gading, Bisa dikatakan siang sampe malam berlalu dengan hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tidak mengurangi nikmatnya suasana berkumpul dengan keluarga tercinta. Bagi yang mudik dari rantau alangkah senangnya bisa melepas kerinduan yang beberapa bulan bahkan tahunan tidak berjumpa dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang terpenting adalah saling bermaaf-maafan diantara sesama, sesama anggota keluarga Ibu, Bapak, kakak, adik dan keluarga besar dan juga handai taulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Malam Takbiran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti malam suasan malam takbiran yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat ujung gading akan digelar. Disini kebiasaan itu dilakukan dengan arak-arakan mobil dan kendaraan roda dua yang mewakili tiap2 mesjid yang ada di ujung gading. Bisa dikatakan sangat semarak suara takbir pada malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak-anak pada berkumpul didepan rumah untuk menyaksikan iring-iringan takbiran tersebut. Para perantau juga banyak yang ambil bagian dan malahan pada malam tersebut masih ada perantau yang lagi diperjalanan mudik ke ujung gading&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun cuaca sering mendung, namun khidmatnya suasana nan fitri masih terasa sampai sekarang. Berkumpulnya anggota keluarga yang mencari nafkah diluar daerah menjadi harapan bagi yang tinggal akan pembangunan daerah. Sebagai putra daerah hanya bisa berharap agar warga ujung gading yang ada di daerah ini dan para perantau yang mempunyai sumbangan baik sumbangan berupa materi maupun pemikiran untuk perkembangan daerah kedepan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8603182748107572570?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8603182748107572570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/09/mendung-menyambut-idul-fitri-di-ujung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8603182748107572570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8603182748107572570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/09/mendung-menyambut-idul-fitri-di-ujung.html' title='Mendung Menyambut Idul Fitri di Ujung Gading'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-5704327945458889663</id><published>2009-09-17T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:10:13.275-07:00</updated><title type='text'>Lebaran Sebentar Lageeee....##</title><content type='html'>Tak terasa bulan ramadhan akan berlalu dan satu syawal menjelang. Bagi kaum muslim yang sebulan penuh beribadah akan merasakan awal yang baru (nan fitri). Bulan Syawal di awali dengan takbir dan tahlil. Umat islam memasuki babak baru setelah sebulan lamanya berpuasa dari segala macam yang membatalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita sebagai umat islam, hendaknya amal-amal yang telah kita laksanakan tidak cuma dilaksanakan ketika bulan ramadhan saja. namun dapat diaplikasikan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Idul Fitri 1430 H. Mohon Maaf lahir bathin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-5704327945458889663?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/5704327945458889663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/09/lebaran-sebentar-lageeee.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5704327945458889663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5704327945458889663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/09/lebaran-sebentar-lageeee.html' title='Lebaran Sebentar Lageeee....##'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8867740439541525168</id><published>2009-08-17T06:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-17T06:17:22.550-07:00</updated><title type='text'>Pesta Kemerdekaan RI Ke-64 dibarengi gempa sehari seblumnya di sumbar</title><content type='html'>Sehari seblum pesta kemerdekaan RI ke-64 Tepatnya Tanggal 16 Agustus 2009 Kota Padang diguncang oleh gempa berkekuatan 6,9 SR yang berlokasi di dekat Kep. Mentawai. Gempa ini sempat berulang sekitar 3 kali setelah gempa yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana ini sebenarnya tidaklah mengejutkan, karena letak patahan yang ada dibarat pulau sumtera memungkinkan untuk terjadinya gempa. Namun sebagai warga negara, kita musti berhati-hati dan mengantisipasi kejadian-kejadian yang dapat ditimbulkan oleh gempa tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namum dalam memperingati kemerdekaan yang jatuh pada hari ini tanggal 17 Agustus perlu kita renungi dan kita tanya diri kita masing-masing sudah seberapa besar pengorbanan kita untuk negara tercinta. Apa saja yang telah kita sumbangkan untuk negara tercinta. Perbuatan tidak selalu harus mengangkat senjata, bisa saja dengan mengharumkan nama negara dikancah internasional ataupun dengan memberikan sumbang saran dalam memperhatikan lingkungan atau apa saja yang dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kawan-kawan mari kita songsong kemerdekaan dengan berbuat yang terbai untuk negara.&lt;br /&gt;Merdeka!!!Merdeka!!!Merdeka!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8867740439541525168?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8867740439541525168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/pesta-kemerdekaan-ri-ke-64-dibarengi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8867740439541525168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8867740439541525168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/pesta-kemerdekaan-ri-ke-64-dibarengi.html' title='Pesta Kemerdekaan RI Ke-64 dibarengi gempa sehari seblumnya di sumbar'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1386512655633003650</id><published>2009-08-15T09:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T09:14:42.428-07:00</updated><title type='text'>Data Base Kenaekaragaman hayati sumbar perlu di update</title><content type='html'>Keanekaragaman hayati sumbar sangat beranekaragam, mulai dari satwa sampai tumbuhan langka khas sumatera ada disini. Sebut saja Kuau, Rafflesia Arnoldi, Batang Andalas, dan masih banyak keanekaragaman hayati lainnya yang dilindungi.&lt;br /&gt;Namun untuk pendataan keanekaragaman hati belum ada yang akurat. Pemerintah daerah seharusnya mengadakan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi untuk memperoleh data tersebut sebelum orang luar yang mengumpulkan potensi yang ada di daerah kita. Sebelum terlambat ada baiknya menyegerakan pembuatan data base keanekaragaman hayati sumbar.&lt;br /&gt;Langkah baik telah dilakukan oleh kementerian Lingkungan Hidup dengan membuat website Balai Kliring, namun sejauh mana perkembangannya kita belum tahu. mudah-mudahan ini dapat diakses dengan baik oleh publik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1386512655633003650?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1386512655633003650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/data-base-kenaekaragaman-hayati-sumbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1386512655633003650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1386512655633003650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/data-base-kenaekaragaman-hayati-sumbar.html' title='Data Base Kenaekaragaman hayati sumbar perlu di update'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6880260941158410856</id><published>2009-08-07T00:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T00:20:44.190-07:00</updated><title type='text'>ADA APA DENGAN DEWAN AIR SUMBAR?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SnvUZtNaCmI/AAAAAAAAAD0/a9-MDKTdhv4/s1600-h/Gue+BR.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SnvUZtNaCmI/AAAAAAAAAD0/a9-MDKTdhv4/s200/Gue+BR.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367116919039724130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Telah lebih dari 7 bulan Dewan Air Sumbar terbentuk, namun belum ada gebrakan yang dibuat. Alahan selalu klise, dewan air kan belum dilantik, trus muncul lagi alasan bahwa bulan juli ada pilpres sehingga susah untuk menjalankan program. Nah setelah pilpres apa lagi alasan yang dibuat. Ternyata alasan yang baru adalah pergantian kepala Dinas PSDA, sehingga menyulitkan untuk melakukan pertemuan dengan ketua harian yang nota bene adalah Kepala Dinas tersebut.&lt;br /&gt;Namun dengan melihat kenyataan Dewan Air Sumbar, tidak ada perbedaan yang signifikan dengan adanya anggota dari Ornop. Padahal diharapkan dengan bergabungnya beberapa lembaga Ornop dapat mengkafer permasalahan yang muncul di masyarakat.&lt;br /&gt;Semoga anggota dewan memikirkan langkah kedepan!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6880260941158410856?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6880260941158410856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/ada-apa-dengan-dewan-air-sumbar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6880260941158410856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6880260941158410856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/08/ada-apa-dengan-dewan-air-sumbar.html' title='ADA APA DENGAN DEWAN AIR SUMBAR?'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SnvUZtNaCmI/AAAAAAAAAD0/a9-MDKTdhv4/s72-c/Gue+BR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2831931659262407126</id><published>2009-07-12T03:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T03:47:48.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='d'/><title type='text'>DEWAN SDA PROP SUMBAR JALAN DITEMPAT</title><content type='html'>Dari mulai berdiri pada tanggaal 31 Desember 2008 dengan SK revisi pada bulan April 2009. Dewan air belum menampakkan perkembangan yang menggembirakan. Dari anggota DSDAP Sumbar terlihat ada beberapa orang yang menjadi motor penggerak agar kegiatan yang berkenaan dengan UU No 7 tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air tersentuh dan dapat diarahkan kepada pengelolaan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya hanya gembar-gembor sebentar saja, kebetulan penulis ikut jadi anggota DSDAP tersebut. Pada awalnya rencana yang dibuat sangat banyak, namun kenyataan sekarang belum terlaksana disebabkan tidak lancarnya pendanaan dari APBD dan Loan dari kegiatan WISMP. jadi kalau dilihat lembaga Dewan SDA masih belum independen, masih bisa dihalangi karena ketergantungan dengan dana operasional yang dikelola oleh PSDA Sumbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sampai sekarang mungkin ini yang dapat diberi informasi oleh penulis mengenai perkembangan Dewan SDA Prop. Sumbar. mudah-mudahan ada himbauan nurani dari yang memegang kekuasaan untuk mengelola Sumber Daya Alam terutama Sumber daya Air untuk dimanfaatkan bagi kemakmuran rakyat Indonsesi dan Sumbar khususnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2831931659262407126?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2831931659262407126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/07/dewan-sda-prop-sumbar-jalan-ditempat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2831931659262407126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2831931659262407126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/07/dewan-sda-prop-sumbar-jalan-ditempat.html' title='DEWAN SDA PROP SUMBAR JALAN DITEMPAT'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-3616650083496172695</id><published>2009-07-12T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T00:42:16.990-07:00</updated><title type='text'>KOMMA MERAYAKAN HUT KE-33</title><content type='html'>Sedih rasanya tidak bisa merayakan HUT Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam Faperta (KOMMA FP-UA) Univ. Andalas Padang. namun dengan tidak mengurangi rasa syukur kepada yang maha kuasa semoga kekonsistenan dan kepedulian dari insan yang ada di KOMMA terhadap alam dan lingkungan akan menjadikan KOMMA semakin eksis dan berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni Tuty Anggraini dari Jepang bertanya, gimana acara HUT KOMMA? wah ternyata kepedulian Anggota Kehormatan (anggota yang telah menamatkan kuliah) masih sangat tinggai terhadap KOMMA. Mudah2an kakanda yang sudah mendulang sukses masih teringat dengan lembaga kita tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Birthday KOMMA, Happy Birthday KOMMA, Happy Birthday KOMMA,&lt;br /&gt;Lestari!Lestari!Lestari!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-3616650083496172695?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/3616650083496172695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/07/komma-merayakan-hut-ke-33.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3616650083496172695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/3616650083496172695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/07/komma-merayakan-hut-ke-33.html' title='KOMMA MERAYAKAN HUT KE-33'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8986927923004810142</id><published>2009-06-11T00:49:00.001-07:00</published><updated>2009-06-11T00:54:01.110-07:00</updated><title type='text'>Anggota Dewan SDA Propinsi Sumbar akan dikukuhkan</title><content type='html'>Anggota Dewan Sumber Daya Air  Propinsi akan dikukuhkan. Untuk lebih afdholnya kegiatan dewan air kedepan ada permintaan dari anggota agar dikukuhkan sekaligus mensosialisasikan bahwa telah terbentuknya dewan air kepada masyarakat Sumbar.&lt;br /&gt;Permsalahan air yang sangat rumit dan butuh semacam regulasi yang mengatur adalah merupakan gawe dari dewan SDA Propinsi nantinya.&lt;br /&gt;Baru-baru ini telah masuk beberapa pengaduan ke kantor dewan SDA P Sumbar yaitu permasalahan air PDAM Kota Solok yang meminta sumber air yang ada di kabupaten Solok dan ada beberap isu yang akan di angkat dalam pengukuhan nantinya.&lt;br /&gt;Pengukugan ini direncanakan pada bulan Juni 2009, yang akan dikukuhkan oleh pengurus pusat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8986927923004810142?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8986927923004810142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/06/anggota-dewan-sda-propinsi-sumbar-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8986927923004810142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8986927923004810142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/06/anggota-dewan-sda-propinsi-sumbar-akan.html' title='Anggota Dewan SDA Propinsi Sumbar akan dikukuhkan'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8315947551610573436</id><published>2009-06-04T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T20:41:59.381-07:00</updated><title type='text'>Memperingati Hari Lingkungan Hidup</title><content type='html'>REPUBLIKA/5  JUNI 09&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Lingkungan Dunia Bumi Makin Terancam Indonesia bakal terkena&lt;br /&gt;  dampak besar akibat perubahan iklim.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Beberapa pekan sebelum peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau&lt;br /&gt;World Environment Day (WED) pada Jumat ini (5/6), Bank Pembangunan Asia&lt;br /&gt;(ADB) dalam laporannya bertajuk 'The Economic of Climate Change in&lt;br /&gt;Southeast Asia: A Regional Review' menyebutkan bahwa penyumbang terbesar&lt;br /&gt;emisi gas-gas rumah kaca di Asia Tenggara adalah Indonesia, sebesar 59&lt;br /&gt;persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADB juga menyebutkan Asia Tenggara merupakan wilayah yang paling rentan&lt;br /&gt;terhadap dampak perubahan iklim dan akan menjadi lebih miskin jika&lt;br /&gt;pemanasan global tidak dikendalikan. Sekitar 80 persen dari 563 juta&lt;br /&gt;penduduk di kawasan Asia Tenggara bermukim dalam jarak 100 kilometer&lt;br /&gt;dari pantai dan 43 persen angkatan kerjanya ada di sektor pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Kawasan ini menyumbang 12 persen emisi gas rumah kaca global.&lt;br /&gt;Perubahan penggunaan lahan dan kehutanan menyumbang 75 persen emisi gas&lt;br /&gt;rumah kaca regional,'' ungkap Emil Salim, mantan Menteri Lingkungan&lt;br /&gt;Hidup yang menjadi pembahas dalam peluncuran laporan Bank Pembangunan&lt;br /&gt;Asia (ADB) tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan ADB dan Emil Salim bukan sekadar omong kosong. Setiap&lt;br /&gt;peringatan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia digelar, gambaran dan laporan&lt;br /&gt;yang mengangkat tema perubahan iklim selalu menimbulkan kekhawatiran.&lt;br /&gt;Perubahan iklim disebabkan oleh ketergantungan manusia dalam penggunaan&lt;br /&gt;bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan&lt;br /&gt;gas bumi yang mengakibatkan meningkatnya suhu di permukaan bumi.Kondisi&lt;br /&gt;ini bisa membawa akibat seperti mencairnya tudung es di kutub,&lt;br /&gt;meningkatnya suhu dan keasaman lautan, kekeringan yang berkepanjangan,&lt;br /&gt;penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, /coral&lt;br /&gt;bleaching/,/ / dan gelombang badai besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia boleh jadi yang akan terkena dampak paling awal dan paling&lt;br /&gt;besar. Mengapa? Karena Indonesia adalah negara pesisir pantai, negara&lt;br /&gt;kepulauan, dan negara yang baru berkembang. Sebagai contoh, beberapa&lt;br /&gt;ilmuwan dalam pertemuan ''United Nations Framework Convention on Climate&lt;br /&gt;Change (UNFCC) 2007'' di Bali memperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu&lt;br /&gt;rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 pulau&lt;br /&gt;di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk kembali mengingat dan mewaspadai ancaman-ancaman&lt;br /&gt;tersebut --meski mungkin masih akan berlangsung puluhan tahun lagi-- tak&lt;br /&gt;ada salahnya untuk menengok dan merenungkan Hari Lingkungan se-Ddunia.&lt;br /&gt;Pada awalnya, WED ditetapkan oleh United Nations Environment Programme&lt;br /&gt;(UNEP) sebagai salah satu bagian dari PBB. Tujuannya untuk membangkitkan&lt;br /&gt;kesadaran dunia terhadap lingkungan dan mendorong kebijakan politik yang&lt;br /&gt;mendukung pelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WED didengungkan pertama kali oleh United Nations General Assembly pada&lt;br /&gt;tahun 1972 untuk menandai pembukaan Konferensi Stockholm di Swedia&lt;br /&gt;mengenai Human Environment. Agenda utama pada Hari Lingkungan se-Ddunia&lt;br /&gt;adalah memberikan pengetahuan pada manusia tentang lingkungan, mendorong&lt;br /&gt;orang untuk menjadi promotor aktif mengenai kelangsungan lingkungan,&lt;br /&gt;mempromosikan pengertian bahwa komunitas sangat berperan penting dalam&lt;br /&gt;mengubah kebiasaan yang terkait dengan problem lingkungan, dan&lt;br /&gt;menggalang kerjasama untuk memastikan setiap bangsa dan orang bisa&lt;br /&gt;mempunyai masa depan yang lebih aman dan makmur.Adapun salah satu agenda&lt;br /&gt;yang dilaksanakan pada 2009 ini adalah pameran karya seni yang&lt;br /&gt;menunjukkan ketakutan dan harapan anak-anak terhadap planet bumi dan&lt;br /&gt;bisa digunakan sebagai media penyadaran generasi muda sebelum terlambat.&lt;br /&gt;Pameran ini dilakukan setiap tahun dan sampai saat ini sudah 17 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran akan dilangsungkan di markas PBB di New York pada 23 Oktber 2009&lt;br /&gt;nanti. Pada 25 Oktober, karya yang terpilih akan dilelang di Harvard&lt;br /&gt;Club. Hasil lelang digunakan sebagai dana untuk menolong anak-anak yang&lt;br /&gt;menjadi korban bencana alam yang disebabkan perubahan iklim, misalnya&lt;br /&gt;badai di Karibia.Selain itu, peringatan WED juga dilakukan di berbagai&lt;br /&gt;belahan dunia lain. Misalnya di Kenya yang merupakan lokasi UNEP,&lt;br /&gt;Selandia Baru, Polandia, Spanyol. Aktivitasnya juga beragam, mulai dari&lt;br /&gt;parade di jalan, konser, penanaman pohon dan pembersihan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di level dunia, pada tahun ini, kota Ohama, Nebraska akan menjadi tuan&lt;br /&gt;rumah Hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Amerika Utara. Para pelaku&lt;br /&gt;bisnis, organisasi-organisa si, dan individu-individu di Omaha akan&lt;br /&gt;bekerja sama dengan Kantor Regional UNEP untuk Amerika Utara (RONA)&lt;br /&gt;untuk menjadwalkan sederetan acara untuk Hari Lingkungan Hidup&lt;br /&gt;Dunia.''Sementara UNEP memikirkan secara global. kita mesti bertindak&lt;br /&gt;secara lokal menarik berbagai mitra dari segala sektor masyarakat,&lt;br /&gt;termasuk penduduk kota, sektor swasta, LSM, kawula muda, dan media,''&lt;br /&gt;tutur Amy Fraenkel, Direktor RONA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahunnya lebih dari 100 negara memperingati Hari Lingkungan&lt;br /&gt;se-Dunia. Ini adalah salah satu cara PBB untuk meningkatkan kesadaran&lt;br /&gt;global terhadap lingkungan dan aksi dorongan politik, di mana ada ribuan&lt;br /&gt;acara di enam regional dunia UNEP, yakni Amerika Utara, Afrika,&lt;br /&gt;Asia-Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan Karabian, serta Asia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara-acara yang berlangsung di Ohama dan tempat lainnya akan&lt;br /&gt;menggarisbawahi berbagai sumber, inisiatif dan metode untuk&lt;br /&gt;memperomosikan karbon perekonomian yang rendah dan gaya hidup. Misalnya,&lt;br /&gt;meningkatkan efisiensi energi, sumber energi alternatif, perlindungan&lt;br /&gt;hutan, dan konsumsi ekonomi yang ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, kota Mesiko, ibukota Mesiko, akan menjadi tuan rumah&lt;br /&gt;internasional untuk Hari Lingkungan se-Dunia, yang bertemakan 'Your&lt;br /&gt;Planet Needs You UNite to Combat Climate Change', serta meminta&lt;br /&gt;negara-negara pendukung untuk mencapai kesepakatan pendukung Protokol&lt;br /&gt;Kyoto tentang pengurangan emisi karbon di Kopenhagen, Denmark, pada&lt;br /&gt;pertemuan UNFCCC, Desember 2009 mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Di Indonesia*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Lantas bagaimana dengan Indonesia? Tema Hari Lingkungan Hidup se-Dunia&lt;br /&gt;2009 yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia kali ini adalah&lt;br /&gt;'Bersama Selamatkan Bumi dari Perubahan Iklim'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka peringatan tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup telah&lt;br /&gt;meluncurkan Pekan Lingkungan Indonesia 2009 pada Rabu lalu (25/3). Acara&lt;br /&gt;peluncuran dibuka oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar&lt;br /&gt;di Ruang Merak, Jakarta Convention Centre, Senayan. Selain menggelar&lt;br /&gt;pekan lingkungan hidup pada 28 sampai 31 Mei 2009, acara juga&lt;br /&gt;mengagendakan renungan suci di dua tempat berbeda. Acara yang digelar&lt;br /&gt;Jumat ini akan diselenggarakan di Kepulauan Seribu dan kaki Gunung Gede&lt;br /&gt;Pangrango.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, peringatan Hari Lingkungan Hidup secara kenegaraan akan&lt;br /&gt;dilangsungkan pada Ahad nanti (7/6). Sejumlah acara yang melibatkan&lt;br /&gt;masyarakat juga akan digelar seperti pesta lingkungan rakyat dari&lt;br /&gt;tanggal 5 sampai 7 Juni, pameran ekonomi kerakyatan, pagelaran cita&lt;br /&gt;hijau, sepeda hijau, karnaval, kiprah duta lingkungan, dan aneka lomba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum hari lingkungan hidup juga akan merevitalisasi penghargaan&lt;br /&gt;Kalpataru, penghargaan bagi para pahlawan lingkungan, yang sempat&lt;br /&gt;mandeg. Rangkaian acara direncanakan akan ditutup dengan pelaksanaan&lt;br /&gt;global environmental network, workshop internasional, dan kuliah umum&lt;br /&gt;publik yang menghadirkan peraih Nobel Lingkungan Hidup 2007,&lt;br /&gt;Patchauri.Pengamat lingkungan Departemen ilmu Hubungan Internasional&lt;br /&gt;FISIP UI Mochamad Faisal menyatakan, sejatinya memang mesti ada&lt;br /&gt;institusi lingkungan hidup yang mengatur dan menyelesaikan permasalahan&lt;br /&gt;lingkungan, termasuk melakukan peringatan-peringat an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjut dia, institusi ini belum berada pada level global&lt;br /&gt;sebagaimana yang selama ini dicoba dalam bentuk rezim lingkungan&lt;br /&gt;internasional. ''Institusi global telah gagal menghasilkan penyelesaian&lt;br /&gt;permasalahan lingkungan sebab ia harus berhadapan dengan permainan power&lt;br /&gt;politics dalam sistem antarnegara, '' jelasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8315947551610573436?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8315947551610573436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-lingkungan-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8315947551610573436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8315947551610573436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/06/memperingati-hari-lingkungan-hidup.html' title='Memperingati Hari Lingkungan Hidup'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4199182334020876594</id><published>2009-03-23T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T00:39:08.122-07:00</updated><title type='text'>Dewan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat Telah Terbentuk  Merujuk Pada Perpres No 12 Tahun 2008</title><content type='html'>Merujuk pada UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, telah direkomendasikan terbentuknya Dewan Sumber Daya Air yang akan membahas mengenai Sumber Daya Air. Pada tahun 2003 telah terbentuk Dewan Daerah Sumber Daya Air yang terdiri dari unsur pemerintahan yang terwakili. Namun kinerja dari dewan ini masih disangsikan karena anggota dewan Daerah SDA ini terdiri dari unsur pemerintahan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari permasalahan tersebut lahirlah Perpres No 12 Tahun 2008 mengenai Dewan Sumber Daya Air. Pada peraturan tersebut mengharuskan terbentuknya perwakilan organisasi non pemerontah (ORNOP). Sehingga perlu diadakan seleksi untuk pemilihan ornop yang mewakili beberapa bidang yang telah digariskan pada Perpres 12 Tahun 2008. Diantaranya Organisasi/asosiasi masyarakat adat, Organisasi/asosiasi pengguna air untuk pertanian, Organisasi/asosiasi pengusaha air minum, Organisasi/asosiasi industri pengguna air, Organisasi/asosiasi pengguna air untuk perikanan, Organisasi/asosiasi konservasi sumber daya air, Organisasi/asosiasi pengguna SDA untuk energi listrik, Organisasi/asosiasi pengguna sda untuk transportasi, Organisasi/asosiasi pengguna sda untuk pariwisata/olah raga, Organisasi/asosiasi pengguna SDA untuk pertambangan, Organisasi/asosiasi pengusaha bidang kehutanan dan Organisasi/asosiasi pengendali daya rusak air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dewan SDA berdasarkan Perpres 12 Tahun 2008 dibentuk pada tingkat Nasional, Propinsi dan Kabupaten/Kota. Untuk Dewan Nasional telah terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Presiden sedangkan untuk Dewan SDA Propinsi (Dewan SDAP) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk daerah Sumatera Barat telah dibentuk Dewan SDAP berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat No 610-413-2008 Tentang Dewan SDA Provinsi Sumatera Barat Periode 2009-2014. Dimana telah terpilih 12 organisasi/asosiasi dari perwakilan ORNOP sesuai Perpres 12 Tahun 2008.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anggota Dewan SDAP Sumatera Barat di ketuai langsung oleh Gubernur dan Ketua harian oleh Kepala Dinas PSDA. Adapun komisi yang terbentuk adalah sebanyak 4 komisi seperti ; 1. Komisi Konservasi SDA, 2. Komisi Pendayagunaan SDA, 3. Komsi Pengendalian Daya Rusak, dan 4.  Komisi Kelembagaan dan Hukum ditambah dengan Sekretariat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau dikaji berdasarkan perpres 12 Tahun 2008, anggota dewan SDA Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota telah terbentuk dan sudah mulai merancang program dan mendata potensi permasalahan yang ada di wilayah kerjanya masing-masing. Namun terkendala pada birokrasi dan prosedur, sehingga pembentukannya masih molor. Kegiatan ini juga didukung oleh dana program WISMP (Water Irigation Sector Management Program) dana Loan yang deprogram di Dinas PSDA Sumbar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada tataran konsep berdasarkan perpres 12 Tahun 2008 tugas dan fungsi Dewan SDA P tergambar dengan jelas, namun disini terlihat masih ada ketakutan dari pemerintahan untuk menjadikan Dewan SDA ini pada status independent. Terlihat pada aturan yang dalam memimpin sidang harus dipimpin oleh Ketua umum atau ketua harian. Sedangkan kita tahu kesibukan gubernur selaku pimpinan wilayah dan Kepala Dinas PSDA selaku eselon dua juga sangat sibuk. Ketika ada permasalahan, anggota Dewan SDAP harus menunggu kesediaan Kepala Dinas untuk bisa membuka sidang. Perlu kearifan dan kefleksibelan dari aturan yang telah ditetapkan agar Dewan SDAP ini dapat bergerak ditopang dengan pendanaan dan program yang jelas.&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4199182334020876594?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4199182334020876594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/03/dewan-sumber-daya-air-propinsi-sumatera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4199182334020876594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4199182334020876594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/03/dewan-sumber-daya-air-propinsi-sumatera.html' title='Dewan Sumber Daya Air Propinsi Sumatera Barat Telah Terbentuk  Merujuk Pada Perpres No 12 Tahun 2008'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8380939667374939312</id><published>2009-03-18T01:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T01:33:20.327-07:00</updated><title type='text'>AMDAL DAN PERMASALAHANNYA DI SUMBAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Pembuatan Dokumen AMDAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengurus perijinan, harapan pemrakarsa sebuah kegiatan adalah kemudahan dalam pengurusan perijinan. Salah satu perijinan yang wajib dipenuhi adalah pembuatan Dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dokumen AMDAL adalah salah satu dari tiga dokumen kelayakan dalam pembuatan sebuah kegiatan pembangunan yang berdampak secara ekonomi, teknik dan lingkungan. Jadi dokumen ini adalah dokumen yang menyatakan kelayakan dari sudut lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengurusan Dokumen AMDAL ada 4 Dokumen yang akan dibuat yaitu Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL). Dari keempat dokumen ini akan disidangkan pada dua sesi yaitu sidang pertama menyidangkan dokumen KA-ANDAL dan sesi kedua menyidangkan dokumen (ANDAL,RKL dan RPL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sidang KA-ANDAL melalui dua proses yaitu, sidang Komisi Teknis yang dihadiri oleh Tim Teknis AMDAL Propinsi atau Kab/Kota. Setelah melewati sidang ini akan ada cross check kelapangan oleh tim teknis untuk melihat kebenaran isi dokumen dan situasi dilapangan. Hasil dari cross check akan melahirkan rekomendasi dari tim Teknis dan setelah diperbaiki dokumen KA-ANDAL baru bisa melanjutkan ke tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembuatan Dokumen KA-ANDAL semestinya diberitahukan kepada khalayak umum dengan memuat pengumuman mengenai kegiatan di salah satu media masa daerah yang bisa diakses masyarakat yang terkena dampak. Pengumuman ini diharapkan dapat tanggapan dari masyarakat yang komplain terhadap kegiatan tersebut. Tetapi seandainya tidak ada tanggapan dalam satu bulan, maka sidang dilanjutkan pada tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap berikutnya KA-ANDAL akan disidangkan dihadapan Komisi Penilai AMDAL Propinsi atau Kab/Kota. Anggota Komisi ini adalah utusan dari institusi pemerintah yang terkait dengan kegiatan ditambah dari akademisi (perguruan tinggi), LSM dan masyarakat yang terkena dampak kegiatan. Anggota Komisi ini akan menilai dokumen KA-ANDAL ini layak atau tidak untuk dilanjutkan pada studi ANDAL, RKL dan RPL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap berikutnya adalah studi ANDAL, RKL dan RPL yang dilakukan oleh pemrakarsa melalui bantuan Konsultan atau staff yang memiliki kapasitas sesuai sertifikasi yang dimiliki untuk melakukan studi ini. Dari hasil studi ini akan disidangkan kembali dihadapan tim Teknis AMDAL Propinsi atau Kab/Kota. Setelah diperbaiki sesuai saran dan perbaikan yang diberikan Tim Komisi penilai, maka sidang dilanjutkan pada tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap berikutnya adalah ketiga dokumen (ANDAL, RKL/RPL) akan disidangkan dihadapan Komisi Penilai. Hasil dari Komisi akan diambil kesimpulan apakah layak atau tidak dilakukan pembangunan sesuai perencanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari Dokumen ini berupa pengesahan dari Gubernur atau Bupat/Walikota bahwa kegiatan tersebut layak secara lingkungan disertakan Dokumen yang sudah diperbaiki sesuai saran dari Komisi Teknis dan Komisi Penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan seputar AMDAL di Propinsi Sumatera Barat&lt;br /&gt;Permasalahan yang muncul dalam pembuatan dokumen AMDAL diantaranya:&lt;br /&gt;1. Status lahan yang sering bermasalah. &lt;br /&gt;- Permasalahan biasanya muncul dari pihak pemrakarsa yang menyatakan secara sepihak telah mengurus perijinan melalui prosedur pemerintahan. Kenyataan dilapangan ternyata lahan tersebut dalam keadaan bermasalah. Ini sering ditemui pada investor yang akan mendirikan perkebunan tapi terkendala pada status tanah ulayat.&lt;br /&gt;- Permasalahan bisa muncul dari masyarakat sekitar kegiatan yang merasa lahan itu adalah lahan pribadi.&lt;br /&gt;- Dibeberapa daerah yang mengakui hak ulayat, akan mendapat tantangan yang lebih berat mengenai status lahan ini. Ini disebabkan adanya perlindungan hukum terhadap hak ulayat. Jadi harus jelas dulu status lahan baru bisa melanjutkan pembangunan.&lt;br /&gt;2. Adanya alih fungsi lahan yang sering terjadi dengan alasan untuk pembangunan ekonomi suatu daerah. Alih fungsi lahan ini biasanya mempersempit areal pertanian khususnya sawah. Padahal kita ketahui bersama bahwa areal sawah tiap tahunnya selalu terjadi penurunan luasan. Perkebunan dimana-mana, pembangunan perumahan adalah contoh yang dominan terhadap alih fungsi lahan produktif ini. &lt;br /&gt;3. Tidak adanya pengawasan terhadap proses pembuatan dokumen AMDAL dari tim yang independent. Ketika memasukkan dokumen KA-ANDAl ke instansi lingkungan didaerah, maka status kegiatan ini adalah pada tahap Pra konstruksi. Tapi pada kenyataan masih banyak ditemukan ketika prosedur AMDAL masih dalam pengurusan, pemrakarsa telah melakukan prose kontruksi, kenyataan yang lebih parah ketika dokumen AMDAL tersebut di fiktifkan.&lt;br /&gt;4. Seringnya lokasi kegiatan tidak mengacu pada tata ruang. Padahal semua kegiatan tidak boleh bertentangan dengan tata ruang peruntukan lahan.&lt;br /&gt;5. Masih belum beraninya Tim Komisi Teknis dan Komisi Penilai untuk menyatakan tidak layak secara lingkungan untuk sebuah dokumen AMDAL .&lt;br /&gt;6. Lamanya proses dari satu sidang ke sidang berikutnya disebabkan prosedur yang ada tidak berjalan sesuai peraturan dalam pengurusan perijinan AMDAL. Apabila dokumen sudah didaftarkan pada institusi lingkungan hidup daerah yang bersangkutan, selama 75 hari kerja tidak di proses oleh instansi tersebut, maka dokumen secara hukum sudah syah.&lt;br /&gt;7. Masih banyaknya Konsultan yang asal jadi dalam membuat dokumen AMDAL ini, ini disebabkan tidak adanya harga minimal dan maksimal dari pembuatan sebuah dokumen AMDAL. Jadi terkadang ada konsultan yang banting harga. Tentunya hasil yang diharapkan akan jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang Ditawarkan&lt;br /&gt;Ada beberapa solusi yang menurut penulis sangat perlu dicermati:&lt;br /&gt;1. Ketika pengumuman akan diadakan studi AMDAL pada salah satu kegiatan yang berdampak lingkungan melalui media masa (surat kabar), ini benar-benar media masa yang bisa dipantau oleh masyarakat terkena dampak.&lt;br /&gt;2. Dokumen ANDAL, RKL dan RPL tidak bisa dinyatakan layak apabila permasalahan yang berhubungan dengan beberapa Aspek (tata ruang, Geo Fisik Kimia, Biologi dan Komponen Sosekbud) belum selesai. Ini terkait dengan institusi sekretariat dalam hal ini Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Propinsi atau Kab/Kota. Karena yang mengajukan untuk ditindak lanjuti adalah institusi ini.&lt;br /&gt;3. Perlunya ada sebuah lembaga yang mengawasi proses pembuatan Amdal sampai pada konstruksi dan mengawasi pelaporan berkala mengenai status lingkungan pada tapak kegiatan. Untuk sekarang pengawas ini sebenarnya sudah ada, namun tidak berjalan karena yang mengawasi adalah institusi lingkungan yang ada didaerah. Seharusnya institusi ini tersendiri.&lt;br /&gt;4. Tim Komisi teknis harusnya dilakukan sertifikasi kelayakan sesuai dengan bidangnya, sehingga akan memperbaiki isi dokumen ditinjau dari konsistensi penulisan sampai kedalaman kajian isi dokumen.&lt;br /&gt;5. Perlu adanya sertifikasi untuk perusahaan yang bergerak pada bidang konsultan AMDAL, sehingga isi dari dokumen akan lebih dalam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8380939667374939312?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8380939667374939312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/03/amdal-dan-permasalahannya-di-sumbar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8380939667374939312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8380939667374939312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/03/amdal-dan-permasalahannya-di-sumbar.html' title='AMDAL DAN PERMASALAHANNYA DI SUMBAR'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-7491888335516329561</id><published>2009-02-11T22:53:00.001-08:00</published><updated>2009-02-11T22:53:49.863-08:00</updated><title type='text'>Hentikan Murka Raja Sungai Jawa</title><content type='html'>Bengawan Solo sudah jauh berubah dari yang diindahkan Gesang dalam syair keroncongnya yang melegenda itu. Bukan karena Gesang sekarang sudah amat sepuh untuk mengumandangkan alunan keroncong Bengawan Solo, tetapi raja sungai di Jawa beberapa tahun ini tersebut sering murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kemurkaan si raja sungai di Jawa itu berupa ancaman air bah melimpah ruah yang "menakutkan" 12 daerah yang membentang dari Sragen, Wonogiri, Solo, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengawan Solo tak sanggup lagi menampung air hujan deras dengan curah amat tinggi. Karena ketidakmampuan menampung dan mengalirkan air hujan deras ke laut tanpa hambatan, yang diancamkan ke daerah-daerah kabupaten itu ialah "semburan" dahsyat berupa banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bengawan Solo murka bukan tanpa sebab. Bukan karena dihianati lantaran jarang lagi dinyanyikan -apalagi memang sudah dienyahkan lagu-lagu pop yang tren di masa kini-, melainkan murka itu disebabkan komunitasnya tak bisa lagi memelihara dan "mengindahkan" ekosistem dan lingkungan si Bengawan Solo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang aliran sungai yang membelah Jawa Tengah dan Jawa timur tersebut dirusak dan dieksploitasi secara tidak berperikesungaian. Akibatnya, hulu hilir yang seharusnya meliuk-liuk eksotik itu sudah punah. Ada yang dipangkas menjadi anak-anak sungai. Banyak tangkis-tangkis di pinggirnya yang dibiarkan tergerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula yang bantarannya dipersempit dan digunakan untuk areal permukiman atau lahan lain. Dengan kata lain, Bengawan Solo -disengaja atau tidak- memang cenderung dirusak menjadi merana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, ketika lekukan aliran tidak bisa lagi mengalirkan air hujan deras dan ketika derasnya air yang mengalir tak diimbangi dengan tangkis yang kukuh, jadilah si bengawan yang eksotik tersebut murka. Ia mengancam akan merendamkan kawasan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bengawan Solo terindikasi mengancam 12 daerah dengan muntahan air bahnya, sesungguhnya yang tercermin adalah balas dendam. Bertahun-tahun raja sungai tersebut "disiksa" dengan eksploitasi yang sama sekali tidak ramah lingkungan. Bahkan, ketika penyiksaan itu -meminjam istilah Mahkamah Konstitusi (MK)- tergolong sistematis dan masif, yang terjadi ialah si Bengawan Solo memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, rasanya tidak ada cara lain untuk "meredakan emosi" Bengawan Solo kecuali mengubah perilaku mirip "kolonialis" terhadap ekosistem dan lingkungan di sepanjang alirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus lebih ramah sekaligus bertindak untuk memulihkan fungsi aliran Bengawan Solo secara benar dan tepat. Hutan-hutan dan kawasan penyangga di sekitarnya harus dihidupkan lagi agar Bengawan Solo ketika musin hujan tidak dipaksa mengandung air bah dalam volume di luar kapasitas kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, dalam banyak hal, kita ibarat kuda tuli. Kita sering terperosok pada jurang yang sama untuk kali kesekian. Sudah tahu kalau merusak hutan bakal mengakibatkan terjadi longsor, toh tetap saja kita jarang berhenti menebang pohon-pohon penyangga di kawasan hutan yang dilindungi. Jadi, jangan salahkan jika Bengawan Solo murka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-7491888335516329561?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/7491888335516329561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/hentikan-murka-raja-sungai-jawa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7491888335516329561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7491888335516329561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/hentikan-murka-raja-sungai-jawa.html' title='Hentikan Murka Raja Sungai Jawa'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-5272291521265780518</id><published>2009-02-10T22:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T22:45:23.055-08:00</updated><title type='text'>Development at Lake Buyan goes on without permits</title><content type='html'>Claudia Sardi , The Jakarta Post , Buleleng | Sat, 02/07/2009 1:11 PM | Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The development thriller of Lake Buyan, one of the few water catchment&lt;br /&gt;areas in Bali, is not yet finished as PT Nusa Bali Abadi, an Indonesian&lt;br /&gt;developer, has started to build around the sacred lake.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Without having the essential recommendation from Bali Governor&lt;br /&gt;Made Mangku Pastika, the development steps into another chapter. The&lt;br /&gt;news about Pastika's rejection of PT Anantara's proposal to develop&lt;br /&gt;Lake Buyan should have triggered sighs of relief. After waves of&lt;br /&gt;protests and letters of complaint, he announced last week that he had&lt;br /&gt;turned down the offer from PT Anantara to develop Lake Buyan into an&lt;br /&gt;ecotourism resort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Ninik Hanoppo, PT Nusa Bali Abadi's director, insisted the&lt;br /&gt;company had gone through all the necessary legal procedures. She&lt;br /&gt;explained the company had got approval from the village chiefs and the&lt;br /&gt;Forestry Ministry in Jakarta to build 25 villas on the 20-hectare plot&lt;br /&gt;of land in the Sukasada district near Lake Buyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was reported that the developer obtained the concession&lt;br /&gt;from the Buleleng regent and the Forestry Ministry in 2007. However,&lt;br /&gt;former Bali governor Dewa Made Baratha had failed to issue the permit&lt;br /&gt;as the area was state-protected and a forest conservation area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the permit, it was noted the company planned to build 25&lt;br /&gt;villas on the 20 hectares of land. Later, it was reported that instead&lt;br /&gt;of building 25 villas, the company would expand the project to build&lt;br /&gt;400 villas with the theme of "The Lakes - floating between two worlds."&lt;br /&gt;When finished, the development would offer tourists a real forest experience.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My company will not build 400 villas. We only plan to construct 25 villas," Hanoppo confirmed to The Jakarta Post on Friday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyoman Silanawa, head of the Bali Forest Conservation Office&lt;br /&gt;said, "The permit to build a resort on that site was not valid as&lt;br /&gt;former governor Beratha did not issue it." The former governor had&lt;br /&gt;ordered his office to stop any development projects in the conservation&lt;br /&gt;area.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The planned development project would certainly destroy the environment and the ecosystem of the forest," Silanawa added.&lt;br /&gt;Dharma Putra, the company's former environment consultant,&lt;br /&gt;asserted that he had done an environmental assessment for the project.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"In 2005, I did an environment impact assessment for the&lt;br /&gt;construction of the 25 villas and concluded it was environmentally&lt;br /&gt;friendly, as no trees would be cut down and the villas would not be&lt;br /&gt;built on concrete flooring," Putra explained.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He said the resort had developed a strategy to conserve water&lt;br /&gt;and that the decreasing water level was due to the increasing usage&lt;br /&gt;from farmers in the area. "The assessment would no longer be valid if&lt;br /&gt;more villas were built in the forest, as the impact on the environment&lt;br /&gt;would be much bigger," Putra said. "This is just a big joke. The&lt;br /&gt;government wants to stop the lakes from drying out, and now these huge&lt;br /&gt;resorts, which consume millions of liters of water a day themselves,&lt;br /&gt;should really aggravate the situation," Agung Wardana, executive&lt;br /&gt;director of the Indonesian Forum for Environment (Walhi), said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Due to sedimentation, Lake Buyan, which was originally 500 hectares, has lost 60 hectares in the last few years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Governor Pastika said earlier this year that he planned to find&lt;br /&gt;the best way to restore the lake as it had reached a critical point.&lt;br /&gt;"The rejection by the governor is a good sign from the&lt;br /&gt;authorities, but what we need is a long-term moratorium to stop any&lt;br /&gt;development on the lake," Wardana said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.thejakar tapost.com/ news/2009/ 02/07/developmen t-lake-buyan- goes-without- permits.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-5272291521265780518?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/5272291521265780518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/development-at-lake-buyan-goes-on.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5272291521265780518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/5272291521265780518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/development-at-lake-buyan-goes-on.html' title='Development at Lake Buyan goes on without permits'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-357745064123114592</id><published>2009-02-02T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T22:44:00.686-08:00</updated><title type='text'>Malaysia Akan Patenkan Naskah2 Melayu Kuno</title><content type='html'>Pekanbaru - Pemerintah Malaysia terus memburu naskah-naskah kebudayaan Melayu kuno Indonesia ke berbagai tempat, dari mulai Riau, Kepulauan Riau (Kepri), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan hingga ke Sumbawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah-naskah kuno tersebut nantinya dipatenkan dan diklaim sebagai warisan budaya Malaysia. ”Hingga kini sudah ratusan naskah kuno Melayu Indonesia yang berpindah tangan ke negara jiran itu. Ini sangat memprihatinkan. Karena nanti, jika generasi kita ingin mempelajari jati diri mereka, ya, terpaksa mereka ke Malaysia dulu,” ujar Al Azhar, budayawan Riau dalam obrolannya dengan SH, Senin (2/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut lulusan doktor dari Universitas Leiden, Belanda ini, Malaysia tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Mereka kini adalah orang kaya baru yang agresif. Semua ingin terdepan. Mereka terus memburu naskah-naskah kebudayaan dan seni Melayu Indonesia melalui universitas dan lembaga penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Malaysia tidak sepenuhnya disalahkan. Mereka punya uang untuk membeli naskah-naskah Melayu kuno itu dari tangan kolektor. Sementara itu, pemerintah kita cenderung bersikap tidak peduli. Kasus serupa bisa dilihat ketika mengklaim seni reog itu adalah kebudayaan mereka. Pemerintah kita maunya gratis, sedangkan Malaysia mau membayar mahal untuk koleksi naskah Melayu kuno itu,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Azhar lalu mencontohkan apa yang terjadi dengan naskah-naskah kebudayaan budayawan Riau, Tenas Effendy. Naskah kebudayaan buah karya Tenas ini dibawa ke University Kebangsaan Malaysia (UKM) dan dibuat portalnya. ”Kalau ingin mengakses portal UKM ini, kita mesti membayar. Ini kan menunjukkan suatu hal yang ironis. Karya dari budayawan Indonesia, tetapi Malaysia yang mendapat untung,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang Perhatian Pemprov&lt;br /&gt;Al Azhar juga menyayangkan pemerintah terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang kurang memerhatikan seniman/ budayawan dan hasil karyanya. Contoh nyata yang dialami Tenas Effendy, setelah lama berkarya dan menjadi acuan bagi kebudayaan Melayu, tetapi tidak satu pun pihak universitas di Riau yang memberikan apresiasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Malah Malaysia yang menghargai karya-karya Tenas Effendy dengan memberikan beliau penghargaan gelar doktor honoris causa dari UKM,” tambahnya&lt;br /&gt;Sikap tidak peduli ini juga diperlihatkan Pemprov Riau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang membiarkan naskah-naskah yang tersimpan di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru tidak terawat dengan baik. Al Azhar pernah meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau untuk membantu menyelamatkan naskah tersebut dengan melakukan pemotretan, namun diabaikan. Parahnya lagi, ketika pemerintah Belanda menawarkan membantu secara gratis juga ditolak mentah-mentah oleh dinas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Azhar juga merasa prihatin dengan maraknya perdagangan naskah-naskah Melayu di Kepri. Pihak Malaysia terus bergerilya ke daerah-daerah di Kepri yang menyimpan naskah Melayu kuno. Di Pulau Penyengat, pemburu naskah kuno itu tidak bisa berkutik karena “dijaga” oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tetapi, tidak di daerah lain di Kepri seperti Dabo Singkep, Natuna, Tanjung Balai Karimun dan tempat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Biasanya para pemburu naskah kuno itu membelinya dari kolektor, bukan seniman. Bagi pemilik atau kolektor, mungkin naskah-naskah kuno itu tidak begitu penting. Padahal, naskah itu memiliki nilai yang cukup tinggi sehingga pembeli berani memasang harga tinggi,” tutur Al Azhar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Ketua Dewan Kesenian Riau (DKR) Eddy Ahmad RM berpendapat lain. Dia tidak begitu mengkhawatirkan adanya upaya pemerintah Malaysia memburu naskah-naskah Melayu kuno itu. Toh, itu menunjukkan budaya Melayu Riau (Indonesia) itu besar. ”Tidak perlu dirisaukan. Biarkan saja. Karena itu menunjukkan budaya Melayu itu besar.&lt;br /&gt;Soal klaim-mengklaim hak cipta itu wajar saja. Melayu Riau juga pernah melakukannya. Misalnya pada karya tari Zapin yang nyata-nyata berasal dari Timur Tengah. Tetapi ketika itu dimainkan oleh seniman Melayu dan di Indonesia, lalu kita berani menyebutkan tarian tersebut seni Melayu,” tukasnya. nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari (Rantau Net)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-357745064123114592?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/357745064123114592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/malaysia-akan-patenkan-naskah2-melayu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/357745064123114592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/357745064123114592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/malaysia-akan-patenkan-naskah2-melayu.html' title='Malaysia Akan Patenkan Naskah2 Melayu Kuno'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2929628731800169248</id><published>2009-02-01T18:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T18:02:43.821-08:00</updated><title type='text'>[HARIMAU JAMBI] Endangered Sumatran tigers kill Indonesian farmers</title><content type='html'>The Associated Press&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saturday, January 31, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, Indonesia: Rare Sumatran tigers increasingly under threat as&lt;br /&gt;their jungle habitat shrinks have been blamed for deadly attacks on&lt;br /&gt;three Indonesian farmers, including the mauling of a father and son&lt;br /&gt;while they slept, officials said Friday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The bodies were discovered over the past week within a 25-mile&lt;br /&gt;(40-kilometer) range on Jambi province, Sumatra, police chief Tedjo&lt;br /&gt;Dwikora said. A 58-year-old father and his 21-year-old son were&lt;br /&gt;attacked in their sleep Wednesday in a hut near their village, while&lt;br /&gt;another man's body was found a week earlier in a nearby village, he&lt;br /&gt;said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Two old tigers known to roam the area are believed to have carried out the killings, said local conservationist Didy Wurdjanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fewer than 700 Sumatran tigers remain worldwide, according to&lt;br /&gt;estimates. The endangered animals are being forced to venture beyond&lt;br /&gt;traditional hunting grounds as rampant illegal logging, land clearing&lt;br /&gt;and commercial development eats into their jungle habitat. They are&lt;br /&gt;also threatened by poaching for the lucrative animal trade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only 20 such tigers still live in Sumatra's Jambi province on&lt;br /&gt;impoverished Indonesia's westernmost island, once a wildlife heartland.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Milist Save The Tigers&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2929628731800169248?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2929628731800169248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/harimau-jambi-endangered-sumatran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2929628731800169248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2929628731800169248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/02/harimau-jambi-endangered-sumatran.html' title='[HARIMAU JAMBI] Endangered Sumatran tigers kill Indonesian farmers'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1004021605068616413</id><published>2009-01-20T20:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T20:25:41.502-08:00</updated><title type='text'>Wacana Pemekaran Provinsi Kemauan Segelintir Elit</title><content type='html'>Pasaman Barat, (ANTARA) — Mencuatnya wacana pembentukan provinsi wilayah utara Sumatera Barat (Sumbar) saat ini menjadi perdebatan diberbagai kalangan di Sumbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagaian pihak yang beranggapan itu hanya merupakan sesuatu hal yang biasa sebatas wacana, namun ada juga yang menanggapi secara serius dengan alasan pemerataan pembangunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang tokoh, ulama Pasbar yang juga anggota DPRD Pasbar Fraksi PKS, Masnil menyatakan secara politis wacana pemekaran yang diapungkan tak lebih hanya sekadar lontaran kemauan segelintir elit yang memiliki kepentingan dan tujuan tertentu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, memunculkan wacana, ide dalam rangka percepatan pembangunan suatu daerah merupakan sesuatu hal yang lumrah. Apalagi untuk mengkritisi kebijakan pembangunan provinsi ke Pasbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wacana pemekaran jika alasan ketimpangan atau kurangnya keadilan anggaran pembangunan dari provinsi itu hanya alasan yang mengada-ada dan perlu dibuktikan lebih jauh," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, jika memang ada indikasi yang menyatakan perhatian provinsi terasa kurang, maka perlu untuk dikomunikasikan lebih jauh. Jangan hendaknya main tuduh dan tidak diiringi dengan bukti yang kuat, katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemekaran suatu daerah tidak segampang yang kita kira. Beragam alasan yang menjadikan suatu daerah dapat dimekarkan, tidak hanya masalah perhatian dari provinsi. Mulai dari budaya, potensi pemerintahan, penduduk, luas daerah dan sebagainya. Jadi tidak segampang yang dikira dalam pemekaran suatu daerah," tegasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masnil menilai, khusus Kabupaten Pasbar setelah lima tahun pemekaran, pelayanan pemerintahan semakin dapat dilakukan secara optimal, masyarakat lebih dekat dengan pusat pelayanan pemerintahan, jika dibandingkan sebelum pemekaran dengan kabupaten induk Kabupaten Pasaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika dikatakan gubernur tidak perhataian kepada Pasbar, saya kira juga tidak benar. Kemajuan Pasbar selama ini tidak terlepas dari peran provinsi. Jika momen tertentu gubernur tidak bisa hadir di Pasbar, kemungkinan beliau ada kesibukan yang lebih penting," kata Masnil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum wacana ini kian berkembang, yang lebih penting adalah bagaimana program dan agenda pembangunan berjalan demi kepentingan masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lain hal jika semua masyarakat mengkehendaki,mulai dari tokoh-tokoh masyarakat, baik di dalam dan diperantauan, ninik mamak, alim ulama, maka wacana ini perlu diapungkan. Namun, sejauh ini di Pasbar sendiri tidak terjadi gejolak atau keinginan yang kuat untuk pemekaran," pungkas Masnil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Masnil, Sekretaris Komisi C DPRD Pasaman Barat (Pasbar), Syafrizal Mandayu, menyatakan pemekaran provinsi wilayah utara Sumbar perlu disikapi dengan serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika dikaji secara dalam, sudah saatnya pemekaran dilakukan. Dilihat dari segi jumlah penduduk untuk tiga kabupaten, yakni Pasbar, Pasaman dan Mandailing Natal (Madina) sudah melengkapi persyaratan. Jumlah penduduk ketiga kabupaten itu diperkirakan lebih dari 1 juta jiwa. Dari segi geografis, budaya, sosial dan ekonomi, ketiga daerah tersebut hampir bersamaan," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, perhatian Provinsi Sumbar terhadap Pasbar jauh dari harapan. Gubernur dinilai hanya memikirkan kabupaten lainnya saja, seperti Solok, Tanahdatar, Padang, Padangpariaman dan Pariaman. Bagaimana daerah Pasbar dan daerah utara Sumbar akan maju dan berkembang, katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk diketahui saja, untuk bulan Januari ini saja ada sekitar 70 item proyek yang ditenderkan, namun tidak satupun yang menyentuh Pasbar, kecuali proyek jalan lingkungan," ungkapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, wacana pemekaran perlu untuk diapungkan dengan alasan pemerataan pembangunan di Sumbar. Provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintahan pusat, apa salahnya semua daerah diperhatikan sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hal kecil juga dapat dilihat, setiap acara atau momen penting, gubernur tidak hadir di Pasbar dan selalu diwakilkan. "Belum lagi mengenai jalan provinsi yang tak kunjung baik, padahal Pasbar merupakan daerah potensial bagi APBD Sumbar. Jalan saja tidak diperbaiki, apalagi dengan yang lainnya," katanya. (aml/wij)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1004021605068616413?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1004021605068616413/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/wacana-pemekaran-provinsi-kemauan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1004021605068616413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1004021605068616413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/wacana-pemekaran-provinsi-kemauan.html' title='Wacana Pemekaran Provinsi Kemauan Segelintir Elit'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1922030414231732317</id><published>2009-01-19T00:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T00:44:18.862-08:00</updated><title type='text'>Saat-Saat Indah</title><content type='html'>Terkadang ada saat-saat dalam hidup &lt;br /&gt;ketika engkau merindukan seseorang begitu dalam, &lt;br /&gt;hingga engkau ingin mengambilnya dari angan-anganmu, &lt;br /&gt;lalu memeluknya erat-erat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka;&lt;br /&gt;tetapi, seringkali kita memandang terlalu lama&lt;br /&gt;pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang lain,yang telah terbuka bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.&lt;br /&gt;Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.&lt;br /&gt;Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,&lt;br /&gt;sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan&lt;br /&gt;untuk mengubah hari gelap menjadi terang.&lt;br /&gt;Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angankan apa yang engkau ingin angankan;&lt;br /&gt;pergilah kemana engkau ingin pergi;&lt;br /&gt;jadilah seperti yang engkau kehendaki,&lt;br /&gt;sebab hidup hanya satu kali dan&lt;br /&gt;engkau hanya memiliki satu kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan segala hal yang engkau ingin lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga engkau punya cukup kebahagiaan untuk membuatmu tersenyum,&lt;br /&gt;cukup pencobaan untuk membuatmu kuat,&lt;br /&gt;cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi,&lt;br /&gt;dan cukup pengharapan untuk menjadikanmu bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang paling berbahagia tidaklah harus&lt;br /&gt;memiliki yang terbaik dari segala sesuatu;&lt;br /&gt;mereka hanya mengoptimalkan&lt;br /&gt;segala sesuatu yang datang dalam perjalanan hidup mereka.&lt;br /&gt;Masa depan yang paling gemilang akan selalu dapat&lt;br /&gt;diraih dengan melupakan masa lalu yang kelabu;&lt;br /&gt;engkau tidak akan dapat maju dalam hidup hingga&lt;br /&gt;engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis&lt;br /&gt;sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.&lt;br /&gt;Jalani hidupmu sedemikian rupa, hingga pada akhirnya&lt;br /&gt;engkaulah satu-satunya yang tersenyum&lt;br /&gt;sementara semua orang di sekelilingmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan pesan ini kepada mereka yang berarti bagimu&lt;br /&gt;(aku baru saja melakukannya);&lt;br /&gt;kepada mereka yang menyentuh hidupmu dengan suatu atau lain cara;&lt;br /&gt;kepada mereka yang membuatmu tersenyum ketika engkau sungguh membutuhkannya;&lt;br /&gt;kepada mereka yang membuatmu melihat sisi baik dari segala hal ketika engkau jatuh;&lt;br /&gt;kepada mereka yang persahabatannya engkau hargai;&lt;br /&gt;kepada mereka yang begitu berarti dalam hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tidak mengirimkannya, janganlah khawatir,&lt;br /&gt;tak ada hal buruk yang akan menimpamu;&lt;br /&gt;hanya saja engkau kehilangan satu kesempatan&lt;br /&gt;untuk menyemarakkan hari seseorang dengan pesan ini!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan hitung tahun-tahun yang lewat,&lt;br /&gt;hitunglah saat-saat yang indah ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak diukur dengan banyaknya napas yang kita hirup;&lt;br /&gt;melainkan dengan saat-saat di mana kita menarik napas bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dikirim oleh seseorang yang pernah mengisi hari-hariku....)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1922030414231732317?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1922030414231732317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/saat-saat-indah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1922030414231732317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1922030414231732317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/saat-saat-indah.html' title='Saat-Saat Indah'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4021068118895659145</id><published>2009-01-08T23:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T23:38:27.211-08:00</updated><title type='text'>Kisah Dukungan Kanoute untuk Palestina</title><content type='html'>Sevilla - Mendapat kartu kuning hanyalah risiko yang amat kecil&lt;br /&gt;untuk sebuah dukungan moral. Seperti banyak kisah kecintaanya&lt;br /&gt;pada islam, Frederic Kanoute pun mendukung perjuangan rakyat&lt;br /&gt;Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB, Kanoute&lt;br /&gt;bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit&lt;br /&gt;sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan&lt;br /&gt;Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menjaringkan bola ke gawang lawan, striker asal Mali itu&lt;br /&gt;membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang&lt;br /&gt;bertuliskan "Palestine". Ini tentu saja dimaksudkan sebagai&lt;br /&gt;dukungan pada Palestina yang tengah digempur oleh pasukan&lt;br /&gt;Israel di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak menjadikannya bertelanjang dada, aksi Kanoute&lt;br /&gt;tersebut tetap membuahkan ganjaran "kecil" berupa kartu kuning&lt;br /&gt;dari wasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, Kanoute sebenarnya bisa melakukan hal itu lebih&lt;br /&gt;awal. Saat Sevilla ditahan Osasuna 1-1 pada 4 Januari lalu, ia&lt;br /&gt;terlihat memakai baju dalam yang sama, yang tembus dari&lt;br /&gt;jersey-nya di tengah guyuran hujan. Sayangnya ia tidak berhasil&lt;br /&gt;mencetak gol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria berusia 31 tahun ini memang dikenal sebagai muslim yang&lt;br /&gt;taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu.&lt;br /&gt;Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah&lt;br /&gt;memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS&lt;br /&gt;atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir&lt;br /&gt;yang ada di Sevilla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid tersebut sedianya akan dijual karena populasi Muslim di kota&lt;br /&gt;tersebut mulai punah. Pemerintah setempat pun akhirnya memberi&lt;br /&gt;nama tempat ibadah tersebut sesuai dengan sang pembeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika tidak ada Kanoute, kami tidak akan beribadah pada hari&lt;br /&gt;Jumat lagi, di mana itu adalah hari yang suci bagi umat muslim,"&lt;br /&gt;tukas wakil dari komunitas Islam Spanyol, sesaat setelah Kanoute&lt;br /&gt;membeli Masjid tersebut, seperti dilansir AFP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketaatan Kanoute dalam mengamalkan ajaran Islam juga&lt;br /&gt;mendapat dukungan penuh dari Sevilla. Ia diberi jersey khusus&lt;br /&gt;tanpa sponsor. Hal itu karena sponsor utama Los Palanganas, 888.com,&lt;br /&gt;adalah situs judi yang bertentangan dengan ajaran Islam.&lt;br /&gt;Ia juga menyumbangkan seluruh hasil penjualan kaosnya untuk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4021068118895659145?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4021068118895659145/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/kisah-dukungan-kanoute-untuk-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4021068118895659145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4021068118895659145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/kisah-dukungan-kanoute-untuk-palestina.html' title='Kisah Dukungan Kanoute untuk Palestina'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2392956202939336938</id><published>2009-01-07T17:55:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T18:01:15.756-08:00</updated><title type='text'>Tulisan Sudharto P Hadi, Suara Merdeka 6 Januari 2009</title><content type='html'>MEMBICARAKAN nasib lingkungan di tahun 2009, kita tidak bisa&lt;br /&gt;melepaskannya dari nasib lingkungan di tahun sebelumnya. Maka&lt;br /&gt;pikiran pun melayang ke peristiwa awal tahun 2008, di mana terjadi&lt;br /&gt;longsor di Tawangmangu dan Wonogiri, disusul banjir di 18 kabupaten/&lt;br /&gt;kota dari 35 daerah di Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkiraan kerugian banjir di Kota Solo mencapai Rp 22 miliar,&lt;br /&gt;Sukoharjo Rp 3,2 miliar, serta Sragen Rp 192 miliar. Di Kudus, dalam&lt;br /&gt;satu bulan dilanda dua kali banjir, antara Januari dan Februari&lt;br /&gt;2008. Wilayah yang tergenang berada di daerah aliran sungai (DAS),&lt;br /&gt;seperti Bengawan Solo dan Jratunseluna. Sementara daerah-daerah&lt;br /&gt;pantura, mulai dari Brebes, Tegal, Pemalang, Batang, Pekalongan,&lt;br /&gt;Kendal, Demak, dan Jepara dilanda abrasi. Data yang dikutip Suara&lt;br /&gt;Merdeka (22 Desember 2008) menyebutkan, luas pantai yang rusak&lt;br /&gt;karena abrasi mencapai 5.582.37 hektare (ha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Semarang tak hanya digempur abrasi, tetapi juga direndam rob&lt;br /&gt;(banjir pasang). Makin parahnya rob membuat Pemerintah Kota sampai&lt;br /&gt;menyatakan angkat tangan menghadapinya. Kerugian karena banjir bukan&lt;br /&gt;hanya memorakporandakan infrastruktur yang mengganggu roda&lt;br /&gt;perekonomian, melainkan juga membuat penduduk makin terjepit dalam&lt;br /&gt;kubang kemiskinan. Kemerosotan daya dukung lingkungan memicu&lt;br /&gt;terjadinya bencana yang berujung pada kesengsaraan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Februari 2008, pemerintah memberlakukan Peraturan Pemerintah&lt;br /&gt;(PP) No 2/ Tahun 2008 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak&lt;br /&gt;yang Berasal dari Penggunaan Kawasan Hutan untuk Pembangunan di Luar&lt;br /&gt;Kegiatan Kehutanan. Izin pembukaan hutan untuk pertambangan,&lt;br /&gt;pembangunan infrastruktur telekomunikasi, energi, dan jalan tol&lt;br /&gt;dengan tarif sewa sangat murah, yakni Rp 1,2 juta/ha/tahun, atau Rp&lt;br /&gt;120 - Rp 300 per meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan ini menuai kritik berbagai pihak, mengingat Indonesia baru&lt;br /&gt;saja menjadi tuan rumah Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim.&lt;br /&gt;Presiden SBY merespon, PP ini hanya diberlakukan kepada 13&lt;br /&gt;perusahaan penambangan yang diberi kompensasi lewat Perpu No 1/Tahun&lt;br /&gt;2004 sebagai revisi UU No 41/1999 yang melarang kegiatan&lt;br /&gt;pertambangan di hutan lindung. Namun dalam PP No 2/ Tahun 2008 tidak&lt;br /&gt;disebut secara eksplisit bahwa ketentuan itu hanya untuk 13&lt;br /&gt;perusahaan penambangan. Menurut Direktur Lembaga Pengembangan Hukum&lt;br /&gt;Lingkungan Indonesia (ICEL), peluang terjadinya penambangan di hutan&lt;br /&gt;lindung akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proyek Kontroversi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan sampai menjelang tutup tahun lalu, beberapa proyek besar&lt;br /&gt;yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan menghiasi Jawa Tengah.&lt;br /&gt;Diantaranya jalan tol trans Jawa, Semen Gresik, Kawasan Industri&lt;br /&gt;Alas Kethu, dan PLTN Jepara. Mari kita analisis selintas berbagai&lt;br /&gt;proyek besar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diberitakan media massa, rencana pembangunan jalan tol&lt;br /&gt;trans Jawa sepanjang 652 km dari Cikampek (Jawa Barat) sampai&lt;br /&gt;Surabaya (Jawa Timur) akan memakan 4.264 ha sawah. Implikasi&lt;br /&gt;konversi lahan ini sangat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, terancamnya keamanan pangan. Pulau Jawa yang luasnya cuma&lt;br /&gt;6,5 persen dari luas negeri kita, memasok 53 persen kebutuhan pangan&lt;br /&gt;nasional. Peran sebagai pemasok pangan ini sulit tergantikan,&lt;br /&gt;mengingat kesuburan lahan di Jawa 10 kali lipat dari lahan di luar&lt;br /&gt;Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, terbukanya kawasan oleh jalan tol memicu konversi lahan lebih&lt;br /&gt;luas, karena pasti akan diikuti oleh pembangunan perumahan,&lt;br /&gt;permukiman, pertokoan, jasa, dan pusat perbelanjaan. Fenomena ini&lt;br /&gt;menyebabkan makin berkurangnya daerah resapan, sehingga menimbulkan&lt;br /&gt;risiko banjir. Padahal luas lahan sawah yang dibebaskan belum&lt;br /&gt;termasuk lahan perkebunan dan hutan. Jika kedua lahan itu dihitung,&lt;br /&gt;implikasi lingkungannya akan sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana pendirian pabrik semen di wilayah Sukolilo, Kabupaten Pati,&lt;br /&gt;memicu timbulnya konflik. Bukan hanya antara kelompok masyarakat dan&lt;br /&gt;pemrakarsa proyek serta pemerintah, melainkan juga antarakelompok&lt;br /&gt;masyarakat itu sendiri. Setidaknya ada tiga sumber konflik.&lt;br /&gt;Pertama, kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang&lt;br /&gt;mengancam perikehidupan mereka. Kedua, kecenderungan keberpihakan&lt;br /&gt;pemerintah kepada investor yang lebih banyak didasari alasan&lt;br /&gt;ekonomi. Ketiga, terjadi alih pemilikan lahan sebelum proyek&lt;br /&gt;dimulai. Hal ini memicu intensitas konflik horisontal&lt;br /&gt;antarmasyarakat. Studi lingkungan telah selesai dilakukan dan&lt;br /&gt;sekarang ini tinggal menunggu ketok palu keputusan yang ditunggu&lt;br /&gt;dengan harap-harap cemas oleh banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana alih fungsi hutan Kethu di Wonogiri untuk kawasan industri&lt;br /&gt;China menjadi berita besar. Pemkab Wonogiri menginginkan proyek ini&lt;br /&gt;berpijak pada alasan kemanfaatan ekonomi. Bahkan Bupati mengancam&lt;br /&gt;akan mengundurkan diri kalau rencana itu sampai gagal.&lt;br /&gt;Kalangan yang menolak berargumen, Alas Kethu merupakan hutan&lt;br /&gt;konservasi dan hulu Bengawan Solo. Kalau beralih fungsi, akan&lt;br /&gt;mempercepat air larian dan sedimentasi yang menyebabkan terjadinya&lt;br /&gt;banjir di DAS Bengawan Solo. Kelayakan sebuah proyek memang sejak&lt;br /&gt;awal harus ditapis melalui kesesuaian ruang yang memandatkan&lt;br /&gt;keseimbangan ekonomi, ekologi, dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PLTN Jepara yang mulai digagas sejak awal 1980-an tetap menjadi&lt;br /&gt;proyek kontroversi. Pemerintah berargumen, makin terbatasnya&lt;br /&gt;ketersediaan energi fosil seperti minyak bumi, gas alam, dan&lt;br /&gt;batubara hanya bisa dijawab dengan pemanfaatan tenaga nuklir.&lt;br /&gt;Koalisi masyarakat yang menolak kehadiran PLTN bersikukuh, belum&lt;br /&gt;saatnya mengadopsi PLTN karena tingkat kedisiplinan yang rendah,&lt;br /&gt;sehingga kemungkinan terjadi kebocoran akan besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pandangan masyarakat sekitar, penempatan PLTN Jepara sangat&lt;br /&gt;berisiko karena padatnya penduduk. Dalam blueprint energi mix sampai&lt;br /&gt;tahun 2025, pemerintah menempatkan tenaga nuklir sebagai energi baru&lt;br /&gt;terbarukan, yang diharapkan memberikan kontribusi sebesar 17 % dari&lt;br /&gt;seluruh kebutuhan energi nasional. Apakah nuklir termasuk energi&lt;br /&gt;baru terbarukan, masih menjadi perdebatan. Apalagi jika ketersediaan&lt;br /&gt;uranium kita terbatas, maka ketergantunganya bukan hanya pada sisi&lt;br /&gt;teknologi, melainkan juga pasokan uranium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menatap Ketidakpastian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun 2008, pemerintah mendapatkan kado manis dengan&lt;br /&gt;telah disahkannya UU Pertambangan dan Mineral (Minerba). Hal baru&lt;br /&gt;dari UU Minerba adalah pengelolaan pertambangan tidak lagi dengan&lt;br /&gt;kontrak atau perjanjian, tetapi dengan izin. Secara teoritis,&lt;br /&gt;klausul ini menempatkan pemerintah memiliki posisi tawar kuat dalam&lt;br /&gt;mengawasi / mengendalikan kegiatan pertambangan.&lt;br /&gt;Adalah suatu kenyataan bahwa kegiatan pertambangan selama ini sarat&lt;br /&gt;dengan persoalan lingkungan dan sosial. Namun UU Minerba tidak&lt;br /&gt;sertamerta menjadi sapu jagad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UU yang baru ini juga memberikan kewenangan pemerintah provinsi dan&lt;br /&gt;pemerintah kabupaten / kota menerbitkan izin pertambangan. Jika&lt;br /&gt;orientasi pemkab/pemkot masih menempatkan pendapatan daerah sebagai&lt;br /&gt;prioritas, maka kerusakan lingkungan dan menipisnya sumber daya alam&lt;br /&gt;tinggal menunggu waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skala global, terpilihnya Barack Obama yang pernah bersekolah&lt;br /&gt;di Menteng membersitkan harapan akan perubahan kebijakan negara&lt;br /&gt;adikuasa itu menuju komitmen pengurangan emisi CO2, sebagaimana&lt;br /&gt;sikap Partai Demokrat yang selama ini lebih pro- lingkungan&lt;br /&gt;ketimbang Partai Republik. Namun, perubahan kebijakan itu nampaknya&lt;br /&gt;tidak dengan mudah dilakukan, mengingat terpaan krisis keuangan&lt;br /&gt;global, di mana hidup mati industri dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pemetaan masalah di tahun 2008, maka nasib lingkungan di&lt;br /&gt;tahun 2009 agaknya masih diliputi akan ketidakpastian. Apalagi jika&lt;br /&gt;krisis keuangan global tidak kunjung reda, sementara dikotomi&lt;br /&gt;ekonomi dan lingkungan akan makin mendapatkan tempat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2392956202939336938?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2392956202939336938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/tulisan-sudharto-p-hadi-suara-merdeka-6.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2392956202939336938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2392956202939336938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/tulisan-sudharto-p-hadi-suara-merdeka-6.html' title='Tulisan Sudharto P Hadi, Suara Merdeka 6 Januari 2009'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4328695801987102387</id><published>2009-01-04T20:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T20:44:44.081-08:00</updated><title type='text'>Konversi dan Hilangnya Multifungsi Lahan Sawah</title><content type='html'>Terdapat kecenderungan bahwa konversi lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mengalami percepatan. Dari tahun 1981 sampai tahun 1999 terjadi konversi lahan sawah di Jawa seluas 1 Juta ha di Jawa dan 0,62 juta ha di luar Jawa. Walaupun dalam periode waktu yang sama dilakukan percetakan sawah seluas 0,52 juta ha di Jawa dan sekitar 2,7 juta ha di luar pulau Jawa, namun kenyataannya percetakan lahan sawah tanpa diikuti dengan pengontrolan konversi, tidak mampu membendung peningkatan ketergantungan Indonesia terhadap beras impor. Selain itu, konversi lahan pertanian juga menyebabkan hilangnya berbagai multifungsi pertanian lainnya (selain ketahanan pangan), terutama fungsi lingkungan. Tulisan ini memberikan pengertian tentang multifungsi pertanian, dan bagaimana multifungsi tersebut menghilang akibat konversi lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang konvesional dalam menilai fungsi pertanian adalah dengan mengukur hasil gabah dan serat (jerami) yang dihasilkannya untuk satuan luas dan satuan waktu tertentu. Akan tetapi selain berfungsi sebagai penghasil gabah dan serat yang mudah dikenali (tangible) tersebut, lahan sawah mempunyai fungsi yang lebih luas, di antaranya menjaga ketahan pangan, menjaga kestabilan fungsi hidrologis daerah aliran sungai (DAS), menurunkan erosi, menyerap tenaga kerja, memberikan keunikan dan daya tarik pedesaan (rural amenity), dan mempertahankan nilai-nilai sosial budaya pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi selain penghasil gabah dan serat ini tidak bisa dipasarkan (non-marketable) dan pada umumnya tidak mudah dikenali (intangible). Penilaiannya biasa dilakukan dengan metode kualitatif dan metode ekonomi tidak langsung (indirect valuation methods) seperti replacement cost method (RCM), contingent valuation method (CVM), dan travel cost method (TCM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan RCM, fungsi pertanian dinilai berdasarkan biaya pembuatan alat dan sarana untuk mengembalikan suatu fungsi pertanian. Misalnya, fungsi lahan sawah sebagai pengendali banjir ditaksir dengan biaya pembuatan dan pemeliharaan dam pengendali banjir.CVM adalah penilaian kesediaan masyarakat menyumbang untuk mempertahankan atau mengembalikan berbagai fungsi pertanian. TCM adalah penilaian biaya transport dan akomodasi yang dikeluarkan untuk suatu objek agrowisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Konversi Lahan Versus Ketahan Pangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan sawah mempunyai arti yang terpenting dalam menentukan ketahan pangan nasional. Ketahanan pangan meliputi aspek ketersediaan bahan pangan, aksesibilitas masyarakat terhadap bahan pangan, dan keamanan pangan (food safety). Lebih dari 90% beras yang dikonsumsi di Indonesia dihasilkan di dalam negeri, dan sekitar 95% dari beras dalam negeri tersebut dihasilkan dari lahan sawah. Kekurangan kebutuhan beras selama ini dipenuhi dengan beras impor. Jaminan ketersediaan beras impor lebih rendah dibandingkan dengan ketersediaan beras di dalam negeri. Selain ditentukan oleh kondisi produksi dari negara pengekspor, hubungan bilateral antara negara pengekspor dengan Indonesia serta keamanan regional menentukan ketersediaan beras impor. Berbeda dengan beras di dalam negeri yang dihasilkan sampai di daerah terpencil, distribusi beras impor lebih terbatas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya impor tidak menjamin peningkatan aksebilitas penduduk di daerah terpencil terhadap beras, akan tetapi areal produksi beras yang tersebar lebih menjamin ketersediaan beras sampai kepelosok tanah air. Selain itu, jaminan keamanan (food safety) untuk bahan pangan yang diproduksi di dalam negeri mungkin lebih baik dibandingkan dengan pangan yang diimpor. Atau sekurang-kurangnya kita lebih mengerti bagaimana bahan pangan diproduksi di dalam negeri. Namun kita tidak tahu, pada lahan yang bagaimana beras impor diproduksi dan apakah sistem produksinya aman untuk kesehatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesejahteraan Petani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan menunjukkan bahwa petani merupakan fihak yang kurang beruntung, disebabkan oleh rendahnya efisiensi produksi pertanian dan rendahnya harga jual beras. Kondisi ini lebih diperburuk lagi dengan melimpahnya beras impor dengan harga yang lebih murah. Akibatnya daya saing beras dalam negeri semakin terancam dan selanjutnya menyebabkan semakin sulitnya posisi petani di Indonesia. Dalam keadaan demikian, bertani, terutama untuk tanaman pangan, merupakan tumpun terakhir. Orang akan bertani apabila kesempatan bekerja di sektor lain sudah tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi dari semua ini adalah semakin lajunya proses alih fungsi lahan pertanian menjadi areal pemukiman, perkotaan atau daerah industri. Yang sangat ironis adalah bahwa alih fungsi lahan pertanian lebih banyak terjadi pada areal persawahan yang telah dilengkapi dengan sarana irigasi teknis yang dibangun dengan biaya tinggi. Akibat dari alih fungsi lahan tersebut adalah semakin sulitnya mempertahankan tingkat self sufficiency untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional yang senantiasa meningkat seiring dengan meningkatnya laju pertambahan penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konversi lahan sawah sebagai suatu proses yang tidak alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konversi lahan sawah adalah suatu proses yang disengaja oleh manusia (anthropogenic), bukan suatu proses alami. Kita ketahui bahwa percetakan sawah dilakukan dengan biaya tinggi, namun ironisnya konversi lahan tersebut sulit dihindari dan terjadi setelah system produksi pada lahan sawah tersebut berjalan dengan baik. Contohnya beberapa sentra produksi beras di aerah pantura telah dijadiikan sebagai kawasan industri. Hal ini menunjukkan antara sektor pertanian dan industri masih berjalan sendiri-sendiri. Tidak ada penilaian seberapa banyak kerugian ekonomi dan lingkungan akibat dikonversinya lahan sawah produktif. Analisis ekonomi jangka pendek sering lebih mengemuka walaupun sebenarnya tidak cocok karena pengelolaan lahan menyangkut aspek kelestarian sumberdaya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai peraturan telah dikeluarkan pemerintah untuk membatasi alih fungsi lahan sawah, namun upaya ini tidak banyak hasilnya disebabkan karena: (a) kemudahan untuk merubah kondisi fisik lahan sawah; (b) peraturan yang bertujuan untuk mengandalikan konversi lahan secara umum hanya bersifat himbauan dan tidak dilengkapi sanksi yang jelas; dan (c) ijin konversi merupakan keputusan kolektif sehingga sulit ditelusuri pihak mana yang bertanggung jawab atas pemberian ijin konversi lahan (Irawan et all., 2000). Ketiga kelemahan tersebut pada gilirannya menyebabkan aparat cenderung mendukung proses konversi lahan dengan alasan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Konversi lahan pertanian terutama ditentukan oleh faktor berikut: (i) Rendahnya nilai persewaan (land rent) lahan sawah yang berada disekitar pusat pembangunan dibandingkan dengan nilai persewaan untuk pemukiman dan industri, (ii) Lemahnya fungsi kontrol dan pemberlakuan peraturan oleh lembaga terkait, (iii) Makin menonjolnya tujuan jangka pendek yaitu memperbesar pendapatan asli daerah (PAD) tanpa mempertimbangkan kelestarian (sustainability) sumberdaya alam di era otonomi ini.&lt;br /&gt;Alasan peningkatan PAD sangat beresiko tinggi. Harus ada konsep ketahanan pangan sebagai pemersatu bangsa. Ketahanan pangan menjadi tanggungjawab Nasional sehingga&lt;br /&gt;konversi harus dihentikan. Pemerintah harus berkorban demi keuntungan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Percetakan Lahan Sawah Sebagai Solusi?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluasan / percetakan lahan sawah merupakan alternatif untuk mengatasi penciutan lahan sawah. Akan tetapi usaha ini memerlukan investasi yang sangat tinggi. Tambahan lagi, areal yang berpotensi untuk dijadikan lahan sawah, di luar pulau Jawa pada umumnya mempunyai tingkat kesesuaian (potensi produksi) yang lebih rendah dibandingkan lahan sawah yang ada sekarang di pulau Jawa. Sebagian besar lahan sawah di Jawa sudah dilengkapi dengan sarana irigasi teknis sehingga konversi lahan sawah juga berarti menyia-nyiakan investasi yang sudah ada. Selain itu perlu diketahui bahwa dibutuhkan waktu 5-15 tahun untuk terciptanya struktur tanah sawah yang dikehendaki (misalnya untuk pembentukan lapisan tapak bajak untuk efisiensi air irigasi). Pertimbangan lain untuk tidak mengkonservasi lahan sawah yang ada sekarang di Jawa adalah pertimbangan ekologis multifungsi lahan sawah yang sangat penting untuk dipertahankan pada pulau yang sangat padat penduduknya ini. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa percetakan lahan sawah harus diikuti dengan pencegahan konversi. Percetakan lahan sawah saja tanpa diikuti dengan pencegahan konversi (seperti yang tejadi selama ini) sebelum mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap beras impor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4328695801987102387?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4328695801987102387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/konversi-dan-hilangnya-multifungsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4328695801987102387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4328695801987102387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2009/01/konversi-dan-hilangnya-multifungsi.html' title='Konversi dan Hilangnya Multifungsi Lahan Sawah'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8626957313332778845</id><published>2008-12-31T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T00:23:08.051-08:00</updated><title type='text'>Innalillahi Wainnailaihi Rajiun.....</title><content type='html'>Telah berpulang Ke Rahmatullah, Nenek penulis (H. Syafiah)dengan umur 80 Tahun pada hari Jum'at tanggal 26 Desember 2008. Sebelum meninggal nenek menderita sakit Lever disertai sakit empedu dan ginjal. Penyakit yang diderita beliau terlambat diketahui, sehingga ketika diketahui penyakitnya telah kronis. namun semua itu sudah ada yang mengatur. semoga arwah beliau diterima di sisiNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8626957313332778845?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8626957313332778845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/innalillahi-wainnailaihi-rajiun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8626957313332778845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8626957313332778845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/innalillahi-wainnailaihi-rajiun.html' title='Innalillahi Wainnailaihi Rajiun.....'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1433179931834509449</id><published>2008-12-30T00:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T23:47:08.947-08:00</updated><title type='text'>New Year Greeting</title><content type='html'>Beberapa jam lagi Tahun Baru 2009 Masehi akan datang. Yang ada dipikiran muda-mudi adalah kemana acara yang akan dihabiskan dalam pergantian tahun, kemudian pertanyaan berikutnya bersama siapa akan menghabiskan pergantian tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun baru lebih identik dalam prosesi yang dilakukan oleh umat Kristiani dalam rangakaian Natal. Namun demikian sebagai umat muslim kita hanya bisa menjadi penonton dan tidak menjadi peserta yang menjadi malam tahun Baru sebagai ajang untuk berpesta pora. Namun sebagai umat muslim kita hanya dapat berdoa dan memohon kepada yang kuasa bahwa umur yang tersisa sudah semakin berkurang, dan bermohon juga semoga ALLAH dapat memberikan petunjuk sehingga tahun berikutnya lebih baik dari tahun yang kita tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota bukittinggi sudah merasa jenuh dengan gegap gempita tahun Baru tiap tahunnya. Secara kasat mata memang keuntungan dari sisi PAD akan sangat besar dengan mengadakan acara hiburan dan menyedot begitu banyak pengunjung, namun kalau kita lihat mudharatnya, muda-mudi dengan bebasnya melakukan hal-hal yang dilarang agama. Tempat penginapan akan dipenuhi pasangan yang belum syah secara agama. Belum lagi tempat-tempat hiburan lainnya. Perlu diberikan apresiasi buat Pemda Bukittinggi dalam membuat keputusan menutup Jam Gadang untuk acara Tahun Baru yang akan datang.&lt;br /&gt;Namun begitu tahun baru perlu disambut dengan suka cita dan perlu pembenahan disana sini yang akan membuat kita lebih dewasa dan mempunyai pemikiran lebih sehat.&lt;br /&gt;HAPPY NEW YEAR !!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1433179931834509449?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1433179931834509449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/new-year-greeting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1433179931834509449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1433179931834509449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/new-year-greeting.html' title='New Year Greeting'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8049237244461407707</id><published>2008-12-23T00:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T23:51:07.560-08:00</updated><title type='text'>TRADISI BARALEK MEMAKAI BADAN JALAN DI KOTA PADANG</title><content type='html'>Kota Padang adalah salah satu kota yang ada diranah minang dengan kekayaan adat dan budayanya. Kebiasaan-kebiasan yang tertuang dalam adat akan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Diantara adat yang biasa kita lihat adalah acara resepsi atau baralek yang dilakukan oleh masyarakat Kota Padang. Baralek adalah salah satu acara adat yang dilaksanakan apabila ada salah satu dari anak kemenakan dari keluarga dalam lingkungan adat yang sudah menemukan jodoh dan dilanjutkan kejenjang pernikahan. Untuk memberi tahu kepada masyarakat banyak bahwa telah dilaksanakan akad nikah dan untuk keafdhalannya maka diadakanlah sebuah pesta untuk mengundang orang-orang terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada fenomena yang akhir-akhir ini sering muncul setiap hari libur, sebut saja hari sabtu dan minggu yaitu pesta atau resepsi pernikahan yang memakai badan jalan sebagai lokasi pesta. Terkadang kita lihat rumah orang yang pesta sebenarnya masih bisa dipakai sebagai lokasi pesta, akan tetapi kebiasaan baru muncul setelah reformasi yaitu semuanya serba bebas. Bebas dalam menggunakan badan jalan dan terkadang menghalangi jalan. Padahal jalan merupakan fasilitas umum yang pemakaianya untuk kepentingan orang banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dalam reformasi terkadang disalah artikan oleh beberapa orang yang merasa mempunyai kepentingan dan hajat yang besar terhadap resepsi dan pesta. kebebasan dimaksudkan adalah bebas segala-galanya. Padahal kalau kita kaji kebelakang masyarakat kota padang pada zaman orde baru pemerintahan Suharto jarang kita lihat adanya fenomena baralek dengan memakai badan jalan. Untuk itu perlu adanya pengkajian ulang yang mendalam bagi pemerintahan kota yang bertanggung jawab terhadap hal ini. Diharapkan juga adanya perda yang mengatur permasalahan ini karena hal ini dapat menjadi sebuah permasalahan sosial yang makin lama makin susah tertatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara baralek atau resepsi memang tidak dipungkiri sangat sakral, tetapi dengan harapan tidak mengganggu hajat hidup orang banyak. Kita bisa memperhatikan beberapa jalur jalan yang ada dikota padang. Sebut saja jalan pada jalur dua yang ada di kota padang seperti dijalur dua arah ke Universitas Andalas, jalur dua arah ke Lubuk Begalung. pemandangan baralek yang menghalangi jalan akan sering muncul kalau belum adanya aturan yang jelas dan sangsi yang tegas. Pada hari-hari kemaren masih terlihat pemandangan yang memakai fasilitas umum seperti jalan unutk kepentingan pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita lihat adanya pesta ditengah jalan tersebut yang menjadi tanda tanya adalah pasti ini pesta orang yang berpengaruh didaerah tersebut. Pesta tersebut dilengkapi dengan beberapa orang sebagai pengamanan pesta akan tetapi masih memakai badan jalan sebagai sarana pesta. Mungkin pemikiran mereka saat pesta adalah hari libur jadi orang tidak banyak yang memakai jalan. Apabila pemikiran ini dimiliki banyak orang, maka setiap hari sabtu dan minggu setiap minggunya akan terjadi kemacetan di Kota Padang. Penulis pernah melewati jalan menuju Universitas Andalas pada hari minggu, mulai dari jalan Andalas sampai kekampus ada 4 lokasi jalan yang dipakai untuk pesta baralek. Sehingga pengguna jalan terpaksa melewati jalan berbelok-belok dan terjadinya kemacetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang menjadi tanda tanya besar, apakah benar orang Padang tidak bisa mengadakan pesta tanpa menggunakan badan jalan? atau memang bagunan perumahan yang ada di Kota Padang sudah memakan badan jalan sehingga setiap melakukan resepsi atau pesta selalu menggunakan badan jalan. perlu tinjauan yang dalam untuk menjawab pertanyaan ini. Penulis hanya prihatin melihat kenyataan ini, karena pencitraan kota Padang akan dilihat dari sudut pandang yang berbeda nantinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalaulah kita berani mencari solusi yang tepat untuk permasalahan ini mungkin banyak yang akan muncul seperti dengan mengadakan pesta pada tempat-tempat khusus sebut saja gedung-gedung yang disewakan seperti GOR, gedung serba guna dll, atau bisa saja mengadakan pesta dengan meminjam rumah diantara salah satu anggota keluarga yang lain yang rumah tidak berbatasan dengan jalan. Permasalahan ini perlu dicarikan pemecahannya karena Kota Padang sudah beberapa kali mendapat penghargaan seperti Adipura untuk kota bersih, akan tetapi kalau setiap sabtu dan minggu pemandangan ini terlihat mungkin akan jadi tanda tanya besar kedepan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pesta baralek dengan memakai badan jalan merupakan tanda tanya besar benarkah ini kebiasaan atau memperlihatkan bahwa yang mengadakan pesta adalah orang yang mempunyai kekuatan dengan menghalangi jalan atau ini dipandang biasa saja karena memang kondisi seperti ini tidak menjadi permasalahan. Perlu tanggapan dan saran dari semua pihak. terutama bagi stake holder yang berurusan dengan permasalahan ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8049237244461407707?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8049237244461407707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/tradisi-baralek-memakai-badan-jalan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8049237244461407707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8049237244461407707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/tradisi-baralek-memakai-badan-jalan-di.html' title='TRADISI BARALEK MEMAKAI BADAN JALAN DI KOTA PADANG'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6892532571773642350</id><published>2008-12-23T00:10:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T00:11:05.278-08:00</updated><title type='text'>POHON ANDALAS ADALAH KEKAYAAN SUMBAR  YANG SUDAH LANGKA</title><content type='html'>Pohon andalas (Morus macroura Miq.) adalah spesies tanaman hutan yang menjadi identitas Sumatera Barat, namun populasinya sudah mulai berkurang akibat eksploitasi yang dilakukan oleh masyarakat. Daerah penyebaran tanaman andalas di Sumatera Barat meliputi: sekitar lembah antara Gunung Merapi, Singgalang, Gunung Sago, dan beberapa daerah lain seperti Batang Barus dan Maninjau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang sangat menggelitik ketika orang mempertanyakan keberadaan pohon andalas ini dikampus Universitas Andalas yang sangat megah dengan ditanami beribu-ribu pohon jati tapi tidak ditemui pohon yang sesuai dengan nama kampusnya yaitu Andalas. Apa jawabannya, pasti hanya beberapa orang yang tahu bahwa pohon itu hanya ada di depan dekanat Fakultas Pertanian tapi entah masih hidup atau sudah mati sekarang????. Beruntung Universitas andalas masih memiliki seorang tenaga pengajar seperti Prof. Syahbuddin, MS yang masih membudidayakan Jenis tanaman langka ini. Kita sekarang sudah bisa melihat beberapa puluh batang yang sudah menjadi bahan penelitian mahasiswa biologi.  Seandainya pohon andalas yang dijadikan pohon ekonomis mungkin tidak kalah pamornya dengan pohon yang lain yang sudah dikenal masyarakat banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya populasi tanaman ini diakibatkan beberapa faktor diantaranya  penebangan oleh penduduk tanpa adanya upaya konservasi, kemudian faktor kekurang tahuan penduduk akan pentingnya pohon andalas juga merupakan penyebab secara tidak langsung yang menyebabkan berkurangnya populasi pohon ini. Dua hal ini merupakan penyebab utama dari kelangkaan pohon ini di Sumatera Barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman Andalas memiliki nilai ekonomi tinggi seperti bisa dijadikan bahan bangunan dengan jenis kayu yang berkualitas baik dan bahan baku industri farmasi. Kayu ini menurut  dahlan (1993), merupakan jenis kayu yang tahan air dan serangan serangga yang dapat merusak kualitas kayu. Dan juga kayu ini mengandung senyawa mikroba dan sejenis fitoaleksin. Untuk bahan baku farmasi seperti hodroksitridekanildo-dekanoat, triterpenoid tetrasiklik asetat, sitosterol, asam betulinat, trisoprenil flavanon dan morasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian mengenai pohon andalas juga sudah cukup banyak akan tetapi aplikasi dimasyarakat masih sangat minim untuk menanam kembali jati sumatera ini. Dalam proyek-proyek penghijauan di Sumatera Barat pun pohon ini belum diikutsertakan sebagai salah satu pohon reboisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon ini perlu mendapat perhatian khusus bagi pembuat kebijakan yang ada di Sumatera Barat, baik pemda, perguruan tinggi, LSM ataupun pemerhati lingkungan yang akan menemukan kembali kelangkaan dan menjadikannya sebagai salah satu identitas Sumatera Barat di mata dunia luar.lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6892532571773642350?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6892532571773642350/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/pohon-andalas-adalah-kekayaan-sumbar.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6892532571773642350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6892532571773642350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/pohon-andalas-adalah-kekayaan-sumbar.html' title='POHON ANDALAS ADALAH KEKAYAAN SUMBAR  YANG SUDAH LANGKA'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4159961484560283683</id><published>2008-12-22T17:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T22:33:53.393-08:00</updated><title type='text'>Sakit Lever Begitu Menakutkan....</title><content type='html'>Sudah seminggu sudah nenek terbaring di rumah sakit Aisiah Padang. Namun kondisinya tidak kunjung membaik. Setelah didiagnosa ternyata penyakit yang dialami nenek adalah lever. Perut beliau mulai membesar. Yang paling menyedihkan disertai gangguan pada syaraf sehingga dia tidak dapat berkomunikasi dengan baik. malahan dia hanya diam namun kondisinya selalu gelisah pada malam hari. di siang hari dengan obat penenang yang diberi dokter akan membuat dia tertidur pulas.&lt;br /&gt;Banyak faktor penyebab munculnya penyakit yang menakutkan ini, diantaranya faktor pemikiran yang terlalu berat dan sering terlambat makan....&lt;br /&gt;Barusan terdengar khabar bahwa hasil USG yang dilakukan senin kemaren disamping lever juga ada penyakit kantong empedu dan batu ginjal. Wah sudah begitu parah penyakit yang diderita nenek. Jalan satu-satunya adalah dengan di operasi, sedangkan umur nenek sudah 80 tahun lebih. Mungkin jalan terbaik hanya berdoa dan memberi pengobatan alternatif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4159961484560283683?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4159961484560283683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/sakit-lever-begitu-menakutkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4159961484560283683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4159961484560283683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/sakit-lever-begitu-menakutkan.html' title='Sakit Lever Begitu Menakutkan....'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-7758464991114163489</id><published>2008-12-22T03:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T00:07:48.549-08:00</updated><title type='text'>Lumut Kerak Sebagai Alat Petunjuk Pencemaran</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CWINDOW%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Mangal; 	panose-1:0 0 4 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:32771 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;Lumut kerak merupakan hasil hubungan yang saling menguntungkan antara cendawan dan ganggang. Sekutu utamanya adalah cendawan yang menerima makanannya dari ganggang terperangkap didalam benang-benang cendawan (hifa). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;Laju pertumbuhan kerak sangat lambat sekali, 5 mm secara radial pertahun merupakan laju pertumbuhan yang normal. Karena kebanyakan lumut kerak terdapat pada permukaan yang terbuka, maka lumut-lumut harus dapat bertahan terhadap berbagai kondisi lingkungan. Pada kondisi lembab, fotosintesa dan pernafasan dapat berlangsung cepat, tetapi bila keadaan kering dibawah sinar matahari yang terik, proses-proses tersebut terhenti. Tidak seperti pada daun, lumut kerak tak memiliki kutikula pelindung. Zat hara mineral diperoleh dari hujan atau dari tempat hidupnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;Lumut kerak dapat ditemukan pada kulit kayu pohon, batu-batuan dan substrat lainnya didalam ekosistem alami, dan jenis yang berbeda atau kelompok jenis yang berbeda hidup terbatas pada tipe substrat tertentu. Misalnya kulit kayu pohon berbeda-beda keasamannya, makalumut kerak yang berbeda toleransinya terdapat pada pohon yang berbeda-beda. Didalam ekosisitem alami atau ekosisitem perkotaan, lumut kerak seringkali merupakan organisme satu-satunya yang menempati suatu tempat hidup yang tertentu. Dikota misalnya lumut kerak sering merupakan penghuni tunggal disuatu macam tempat hidup tertentu, misalnya dinding kulit kayu terbuka, batu nisan, kayu bangunan dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;Dari sudut lingkungan, kepentingan dari lumut kerak didasarkan pada kepekaannya terhadap zat-zat pencemar, jadi dapat digunakan sebagai petunjuk didalam program mengukur kualitas lingkungan. Tidak ada organisme lain yang lebih peka terhadap Sulfur dioksida (SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;) daripada lumut kerak. SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; merupakan hasil sampingan pembakaran batu bara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan bentuk-bentuk sulfur lainnya yang dapat empengaruhi banyak macam tumbuhan, khususnya lumut. Pengaruh SO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; terutama adalah menggangu fotosintesa, hal ini akan menyebabkan pengurangan dari perkembang biakan dan laju pertumbuhan, bahkan juga kematian lumut kerak. Hal ini dikenal sebagai klirosis yaitu pemucatan warna lumut kerak, dan menyebabkan lumut kerak cenderung mengelupas. Pusat lumut kerak pada umumnya lebih dahulu mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="font-family:Mangal;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Mangal;font-size:12;"   lang="FI"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lumut-lumut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;kerak menunjukkan keasaman dalam penimbunan dan kepekaan terhadap zat pencemar lainnya seperti fluorida, radionulleid dan logam berat. Semakin jauh dari sumber pencemar logam berat maka kadar logam dari lumut akan semakin sedikit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.syaifuddinislami.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-7758464991114163489?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/7758464991114163489/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/lumut-kerak-sebagai-alat-petunjuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7758464991114163489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7758464991114163489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/lumut-kerak-sebagai-alat-petunjuk.html' title='Lumut Kerak Sebagai Alat Petunjuk Pencemaran'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8121950594635927391</id><published>2008-12-20T12:00:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T00:09:11.528-08:00</updated><title type='text'>KOMMA Memproduksi dua Sarjana Siap Tempur</title><content type='html'>&lt;div&gt;Wisuda Sabtu 20 Des 2008 merubah status Uslaini dan Bobi Satria menjadi Anggota Kehormatan KOMMA.Beban berikutnya adalah membawa nama baik KOMMA dan mencari penghidupan yang layak. kalau dilihat dari kapasitas kedua wisudawan sudah tidak di sangsikan lagi. uslaini dengan pengalaman yang segudang di Walhi Sumbar dan sekarang di KOGAMI. Ibung dengan pengalaman kerja di perusahaan rokok ternama.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8121950594635927391?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8121950594635927391/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/komma-memproduksi-dua-sarjana-siap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8121950594635927391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8121950594635927391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/komma-memproduksi-dua-sarjana-siap.html' title='KOMMA Memproduksi dua Sarjana Siap Tempur'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-393979684320631882</id><published>2008-12-18T22:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T22:45:01.181-08:00</updated><title type='text'>Information Technologi Indonesia: Cara Kerja Search Enggine</title><content type='html'>&lt;a href="http://indikasblog.blogspot.com/2007/02/cara-kerja-search-enggine.html"&gt;Information Technologi Indonesia: Cara Kerja Search Enggine&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-393979684320631882?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://indikasblog.blogspot.com/2007/02/cara-kerja-search-enggine.html' title='Information Technologi Indonesia: Cara Kerja Search Enggine'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/393979684320631882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/information-technologi-indonesia-cara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/393979684320631882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/393979684320631882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/information-technologi-indonesia-cara.html' title='Information Technologi Indonesia: Cara Kerja Search Enggine'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-7234388977622277822</id><published>2008-12-18T20:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-18T20:57:15.009-08:00</updated><title type='text'>UNAND; Sarjana yang Siap Pakai atau Siap Menganggur</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Unand akan menelurkan ribuan Sarjana baru. Tepatnya tanggal 20 Des 2008 akan diwisuda ribuan mahasiswa yang terjun ke masyarakat. namun pertanyaan yang selalu akan muncul adalah berapa orang lagi akan menjadi pengangguran. karena motivasi akalu sudah tamat adalah menjadi PNS. Sementara kapasitas untuk itu sangat terbatas. Sudah siapkah unand menghasilkan Sarjana yang enterpreurship yang bisa dilempar dan berdiri sendiri tanpa merengek-rengek minta supaya pemerintah membuka PNS sebanyak-banyaknya. Kita tunggu gebrakan sarjana baru tersbut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-7234388977622277822?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/7234388977622277822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/unand-sarjana-yang-siap-pakai-atau-siap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7234388977622277822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/7234388977622277822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/unand-sarjana-yang-siap-pakai-atau-siap.html' title='UNAND; Sarjana yang Siap Pakai atau Siap Menganggur'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6319956032574051567</id><published>2008-12-14T06:03:00.001-08:00</published><updated>2008-12-14T06:09:15.133-08:00</updated><title type='text'>................!!!!!!!???????</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Capeeeeeeeeeekkkkkkkk........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6319956032574051567?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6319956032574051567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6319956032574051567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6319956032574051567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/blog-post.html' title='................!!!!!!!???????'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2921292636071928695</id><published>2008-12-11T17:45:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.943-08:00</updated><title type='text'>Pemda Pasaman Barat Curang dalam Penerimaan CPNS</title><content type='html'>Kecurangan terjadi lagi ketika penerimaan CPNS tahun 2008. Salah satu kecurangan tersebut adalah diterimanya salah satu peserta ujian yang nota bene bukan jurusannya sendiri. Adalah jupriantoni S.Tp yang alumni Teknik Pertanian diterima pada Formasi yang seharusnya Pengawasan Mutu Pangan dan pada pengumuman penerimaan di Media masa yang dibutuhkan adalah Sarjana Teknologi Hasil Pertanian. pada kenyataannya sekarang yang tersebut diatas sudah dinyatakan lulus. Alangkah tidak transparannya penerimaan CPNS di Pasaman Barat. akankah permasalahan ini akan mendapatkan keadilan, hanya tuhan lah yang tahu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2921292636071928695?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2921292636071928695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/pemda-pasaman-barat-curang-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2921292636071928695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2921292636071928695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/pemda-pasaman-barat-curang-dalam.html' title='Pemda Pasaman Barat Curang dalam Penerimaan CPNS'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-8191517714109604275</id><published>2008-12-10T23:06:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.944-08:00</updated><title type='text'>Bappeda dan Dinas PSDA Sumbar membentuk GN-KPA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Lagi-lagi pemerintah Propinsi Sumbar menelurkan satu forum yang peduli terhadap keberadaan air di Sumbar dengan nama Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA). Pada tanggal 10 Des 2008 kemaren telah terbentuk kepengurusan dari GN-KPA yang diketua oleh kepala Bappeda Sumbar dan ketua Harian kepala Dinas PSDA. Sedangkan yang lain dari instansi terkait seperti BPDAS dan Dinas Pertanian ditambah perguruan tinggi dan LSM. Cuma disana tidak terlihat adanya masyarakat pengguna air yang akan terkena imbas kalau pengelolaan air itu tidak benar. Dari pembicaraan kemaren ternyata disepakati Batang kuranji sebagai daerah yang akan menjadi fokus dari GN-KPA Sumbar karena daerah ini sudah termasuk kritis&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-8191517714109604275?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/8191517714109604275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/bappeda-dan-dinas-psda-sumbar-membentuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8191517714109604275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/8191517714109604275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/bappeda-dan-dinas-psda-sumbar-membentuk.html' title='Bappeda dan Dinas PSDA Sumbar membentuk GN-KPA'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2910066889340475001</id><published>2008-12-08T22:26:00.001-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.944-08:00</updated><title type='text'>MaiK Y@yoo HaJiiiiiiiiii</title><content type='html'>Hari raya idul Adha Sekarang agak berbeda dengan susana sebelumnya...&lt;br /&gt;Indonesia terkena imbas dari krisis global ditandai dengan sedikitnya jumlah korban yang dilakukan umat islam pada saat ini. Jumlah ini terlihat dimedia-media cetak dan televisi.&lt;br /&gt;Tapi walaupun itu terjadi yang pasti hikmah kurban harus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Keikhlasan dan ketaqwaan adalah kuncinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Met Idul adha Yaaaaa.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2910066889340475001?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2910066889340475001/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/maik-yyoo-hajiiiiiiiiii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2910066889340475001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2910066889340475001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/maik-yyoo-hajiiiiiiiiii.html' title='MaiK Y@yoo HaJiiiiiiiiii'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-6176564415100761052</id><published>2008-12-08T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:36.244-08:00</updated><title type='text'>Selamat hari raya Idul Adha 1429 H.......</title><content type='html'>&lt;div&gt;Hari raya raya idul Adha sekarang tidak semeriah sebelum2nya. Kondisi perekonomian menjadi dalang dibelakang permasalahan ini. kalau kita runut mungkin karena perekonomian kita masih bergantung pada negara Adidaya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-6176564415100761052?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/6176564415100761052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-raya-idul-adha-1429-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6176564415100761052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/6176564415100761052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-raya-idul-adha-1429-h.html' title='Selamat hari raya Idul Adha 1429 H.......'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4132533685588161824</id><published>2008-11-19T22:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.957-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4132533685588161824?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4132533685588161824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4132533685588161824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4132533685588161824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/blog-post.html' title=''/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-1084224868327883230</id><published>2008-11-19T19:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.958-08:00</updated><title type='text'>Kawasan Industri Minangkabau baru tahap AMDAL</title><content type='html'>Kawasan Industri Minangkabau (KIM) adalah jawaban atas tantangan berfluktuasinya harga kakao di pasaran Sumbar. Pemda Sumbar merencakan pendirian kawasan industri yang menyerap hampir 1000 tenaga kerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-1084224868327883230?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/1084224868327883230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/kawasan-industri-minangkabau-baru-tahap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1084224868327883230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/1084224868327883230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/kawasan-industri-minangkabau-baru-tahap.html' title='Kawasan Industri Minangkabau baru tahap AMDAL'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-4269044325149260502</id><published>2008-11-19T19:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.958-08:00</updated><title type='text'>Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar baru tahap AMDAL</title><content type='html'>Pendirian Pelabuhan Teluk Tapang yang didirikan di Teluk Tapang Kenagarian Air Bangis Kec, Sungai Beremas Kab. Pasbar baru tahap AMDAL. Dalam penyusunan AMDALnya baru pada tahapan Kerangka Acuan. Artinya disini masih panjang proses pembuatan AMDALnya. namun pada saat presentasi komisi penilai AMDAl, terlihat ketergesa-gesaan Konsultan untuk menyusun Dokumen ini. Terlihat ada ketidak cocokan data koordinat dengan yang semestinya. namun karena baru pada tahap KA-ANDAL, maka diharapkan nantinya penyusunan ANDAL,RKL/RP supaya terusun dengan semestinya dengan membuat yang selayaknya menurut aturan yang berlaku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-4269044325149260502?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/4269044325149260502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/pelabuhan-teluk-tapang-pasbar-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4269044325149260502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/4269044325149260502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/pelabuhan-teluk-tapang-pasbar-baru.html' title='Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar baru tahap AMDAL'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2908017034165852046.post-2467705948564377533</id><published>2008-11-19T19:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T01:27:34.958-08:00</updated><title type='text'>Dewan Sumber Daya Air</title><content type='html'>Untuk mengantisipasi permasalahan seputar Sumber Daya Air, Dinas PSDA Sumbar telah merencakan membentuk Dewan SDA yang berkedudukan di Propinsi Sumbar. Dimana anggota dewa SDA ini terdiri dari unsur pemerintahan dan Ornop dengan perimbangan yang sama.&lt;br /&gt;untuk unsur pemerintahan sudah terbentuk, namun untuk ornop masih dalam proses.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2908017034165852046-2467705948564377533?l=syaifuddinislami.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/feeds/2467705948564377533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/dewan-sumber-daya-air.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2467705948564377533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2908017034165852046/posts/default/2467705948564377533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://syaifuddinislami.blogspot.com/2008/11/dewan-sumber-daya-air.html' title='Dewan Sumber Daya Air'/><author><name>ilam</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_odAODrfAtf4/SXV7mqgXYAI/AAAAAAAAACM/Qbr8uujVaIA/S220/Image(212).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
